WhatsApp Icon
BAZNAS Sampang Perkuat Sinergi dengan KUA Sreseh, Dorong Peningkatan Penghimpunan ZIS

SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang terus mengencarkan upaya optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di tingkat kecamatan. Kali ini, BAZNAS Sampang melaksanakan kunjungan silaturahmi dan sosialisasi ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sreseh. Selasa, (11/11).

Kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sampang, Bapak Moh. Hosni, ini disambut hangat oleh Perwakilan KUA Kecamatan Sreseh, Bapak Muqoddas beserta jajarannya.

Tujuan utama dari silaturahmi ini adalah untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat dengan KUA sebagai mitra strategis di garda terdepan masyarakat. KUA dianggap memiliki peran vital karena kedekatannya dengan tokoh agama, penyuluh, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kecamatan.

Dalam paparannya,Wakil Ketua I BAZNAS Sampang, Bapak Moh. Hosni menekankan pentingnya peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan KUA untuk mengedukasi dan mendorong kesadaran masyarakat serta ASN dalam menunaikan ZIS melalui lembaga resmi.

"KUA adalah mitra kami yang sangat strategis. Melalui para penyuluh dan penghulu, kami berharap edukasi tentang Zakat, Infak, dan Sedekah bisa sampai ke setiap lapisan masyarakat di Sreseh. Optimalisasi ZIS adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan," ujarnya.

Sementara itu, Staff Perwakilan KUA Kecamatan Sreseh, Bapak Muqoddas, menyambut baik inisiasi ini dan menyatakan komitmen penuh lembaganya.

"Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan BAZNAS Sampang. Kami akan mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat KUA dan para penyuluh agama untuk menjadi duta-duta BAZNAS, sehingga potensi ZIS di Kecamatan Sreseh dapat terkumpul secara maksimal dan disalurkan secara tepat sasaran," tegasnya.

Diharapkan, dengan penguatan kolaborasi ini, penghimpunan ZIS di Kecamatan Sreseh dapat meningkat signifikan. Dana ZIS yang terkumpul nantinya akan dikelola secara akuntabel oleh BAZNAS Sampang untuk berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik di Kabupaten Sampang.

Kontributor : Wildanul Khoir

11-11-2025 | Kontributor: Admin Wildan
Tingkatkan Akhlak Amil, BAZNAS Sampang Gelar Pengajian Kitab Setiap Pekan

SAMPANG – Dalam upaya memperkuat landasan spiritual dan mentalitas seluruh jajaran pimpinan dan staf, BAZNAS Kabupaten Sampang secara rutin melaksanakan kegiatan kajian kitab internal setiap hari Jumat. Kajian yang digelar pada Jumat (07/11). pekan ini kembali memfokuskan pembahasan pada Kitab monumental, Bidayatul Hidayah.

Kajian tersebut membahas secara mendalam bab mengenai Persiapan Melakukan Ibadah, yang disampaikan langsung oleh Ketua BAZNAS Sampang, Drs. K. H. Abd. Rouf Al-Hitamy.

Dalam paparannya, Kiai Rouf menekankan bahwa kesiapan seorang hamba sebelum menjalankan ibadah, termasuk ibadah muamalah seperti mengelola zakat, sangat krusial. Persiapan tersebut tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga pembersihan hati (tazkiyatun nufs) dari berbagai penyakit batin.

"Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali ini mengajarkan kita bahwa awal menuju petunjuk (hidayah) adalah dengan memperbaiki interaksi kita dengan Allah. Terutama bagi kita yang mengemban amanah zakat, ibadah kita harus diawali dengan kesucian niat dan persiapan yang matang," jelasnya

Menurut beliau, menjalankan ibadah dengan persiapan yang benar akan berdampak positif pada integritas dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan insan-insan amil zakat yang tidak hanya profesional dalam administrasi dan penyaluran, tetapi juga memiliki landasan akhlak dan spiritual yang kuat, sehingga amanah dari para muzaki dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Kontributor : Wiladnul Khoir

07-11-2025 | Kontributor: Admin Wildan
Penguatan Jaringan Zakat: BAZNAS Sampang Sosialisasikan ZIS di KUA Kecamatan Pengarengan

SAMPANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang melanjutkan agenda penguatan sinergi lembaga dengan menggelar kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pengarengan, Kamis, (06/11).

Langkah ini merupakan bagian dari strategi BAZNAS Sampang untuk memperluas jangkauan edukasi dan penghimpunan ZIS, dengan menempatkan KUA sebagai mitra kunci yang paling dekat dengan masyarakat muzaki di wilayah kecamatan.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala KUA Pengarengan beserta jajaran staf, penghulu, dan penyuluh agama setempat. Tim BAZNAS Sampang, yang dipimpin oleh Wakil Ketua 1, Moh. Hosni, didampingi Staff, dan Relawan Pengumpulan memaparkan beberapa materi secara komprehensif mengenai tata kelola ZIS.

Materi yang disampaikan meliputi:

  • Fiqih Zakat Kontemporer: Penjelasan mengenai berbagai jenis zakat (maal, profesi, fitrah) yang relevan dengan kondisi saat ini.

  • Transparansi dan Akuntabilitas: Pemaparan mengenai sistem pengelolaan dana ZIS oleh BAZNAS Sampang yang berprinsip syariah dan akuntabel.

  • Peran KUA: Menguatkan peran strategis KUA, terutama para penyuluh agama, sebagai duta BAZNAS dalam mengedukasi masyarakat agar menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi.

Staaf Pengumpulan, Rositha menekankan pentingnya peran KUA dalam mendorong kesadaran berzakat.

"KUA adalah mitra kami yang paling vital di lapangan. Melalui para penyuluh dan penghulu, kami berharap edukasi tentang Zakat, Infak, dan Sedekah bisa sampai ke setiap sudut masyarakat di Pengarengan. Optimalisasi ZIS adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan umat," tuturnya

Kepala KUA Kecamatan Pengarengan, menyambut baik inisiasi ini dan menegaskan komitmen lembaganya.

"Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan BAZNAS Sampang. Setelah sosialisasi ini, kami akan menjadikan isu ZIS sebagai salah satu materi prioritas dalam setiap kegiatan pembinaan umat di Kecamatan Pengarengan. Insya Allah, sinergi ini akan membawa manfaat besar," katanya

Melalui konsolidasi ini, BAZNAS Sampang berharap dapat mencetak angka penghimpunan ZIS yang lebih tinggi, sehingga dapat menyalurkan lebih banyak bantuan dan program produktif yang berdampak nyata pada peningkatan kualitas hidup mustahik (penerima zakat) di Kabupaten Sampang.

Kontributor : Wildanul Khoir

06-11-2025 | Kontributor: Admin Wildan
Perkuat Kolaborasi Umat: BAZNAS Sampang Sosialisasi ZIS di KUA Kecamatan Jrengik

SAMPANG - Dalam upaya mengoptimalkan penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di tingkat kecamatan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menggelar kegiatan sosialisasi dan koordinasi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jrengik. Kamis, (06/11).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dengan aparatur KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. KUA Jrengik, yang memiliki peran sentral dalam urusan keagamaan di wilayah tersebut, diharapkan menjadi mitra strategis dalam edukasi dan pengumpulan ZIS.

Tim dari BAZNAS Kabupaten Sampang, yang diprakarsai oleh Wakil Ketua 1, Moh. Hosni, didampingi staff pengumpulan dan relawan menyampaikan materi sosialisasi yang meliputi:

  • Pentingnya ZIS: Penegasan kembali tentang kewajiban dan manfaat menunaikan Zakat sebagai rukun Islam.

  • Mekanisme Pengumpulan: Edukasi mengenai tata cara dan prosedur penyaluran Infak dan Sedekah yang aman dan terpercaya melalui BAZNAS Sampang.

  • Program BAZNAS: Pemaparan mengenai berbagai program unggulan BAZNAS di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan yang didanai dari dana ZIS masyarakat.

Staff pengumpulan, Roshita menjelaskan bahwa sosialisasi ini adalah langkah proaktif BAZNAS untuk memastikan bahwa informasi mengenai pengelolaan ZIS tersampaikan dengan benar kepada seluruh elemen masyarakat, terutama melalui tokoh-tokoh agama dan penyuluh di bawah naungan KUA.

"Kami melihat KUA sebagai ujung tombak yang paling dekat dengan muzaki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat) di tingkat desa. Dengan sinergi yang kuat, kami yakin penghimpunan ZIS di Kecamatan Jrengik akan semakin optimal, sehingga dampak manfaatnya bagi masyarakat kurang mampu juga akan meluas," ujarnya.

Perwakilan KUA Kecamatan Jrengik, menyambut baik inisiatif BAZNAS Sampang ini. Beliau menekankan komitmen jajaran KUA Jrengik, termasuk para penghulu dan penyuluh agama, untuk mendukung penuh program Zakat Nasional.

"Kami siap menjadi mitra BAZNAS dalam mensosialisasikan pentingnya Zakat, Infak, dan Sedekah kepada masyarakat. Melalui forum-forum keagamaan dan pembinaan, kami akan terus mendorong kesadaran umat untuk menunaikan kewajiban ZIS mereka melalui lembaga resmi seperti BAZNAS," tuturnya

Diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, kesadaran berzakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA dan masyarakat umum di Kecamatan Jrengik semakin meningkat, sehingga BAZNAS Sampang dapat terus meningkatkan perannya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat di Kabupaten Sampang.

Kontributor : Wildanul Khoir

06-11-2025 | Kontributor: Admin Wildan
BAZNAS Sampang Soroti Keterlambatan Pembentukan UPZ Desa dalam Rapat Evaluasi Bulanan

SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menggelar rapat evaluasi bulanan internal di awal bulan November 2025. Rapat tersebut menyoroti sejumlah program strategis, di antaranya adalah target pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa dan kelurahan yang masih jauh dari harapan, serta optimalisasi pengumpulan zakat profesi. Selasa (04,11).

Dari total 186 desa dan kelurahan di Sampang, BAZNAS mencatat baru 23 UPZ yang telah terbentuk. Data per kecamatan menunjukkan ketimpangan yang signifikan:

Kecamatan dengan UPZ Terbentuk:

  • Camplong: 6 dari 14 desa
  • Omben: 13 dari 20 desa
  • Sampang: 10 dari 6 kelurahan dan 12 desa
  • Torjun: 4 dari 12 desa
  • Jrengik: 4 dari 14 desa
  • Kedungdung: 1 dari 18 desa
  • Robatal: 4 dari 8 desa
  • Banyuates: 4 dari 20 desa
  • Sokobanah: 1 dari 12 desa

Kecamatan dengan Hambatan:

Pangarengan (6 desa), Sreseh (12 desa), dan Ketapang (14 desa), serta Karang Penang (7 desa) belum membentuk UPZ sama sekali.

Di Pangarengan, Sreseh, dan Tambelangan (10 desa), BAZNAS menyebutkan bahwa tindak lanjut dari camat setempat setelah proses follow up masih belum ada.

Ketua BAZNAS Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitamy, menekankan pentingnya peran kecamatan dan desa untuk segera menuntaskan pembentukan UPZ sebagai ujung tombak pengumpulan zakat di tingkat masyarakat. Rencana ke depan, Rapat Koordinasi (Rakor) UPZ akan segera diadakan setelah pembentukan UPZ desa di 14 kecamatan terpenuhi.Dalam evaluasinya, BAZNAS juga menyoroti upaya optimalisasi zakat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Khususnya di Dinas Kesehatan, tindak lanjut terkait zakat di tingkat Puskesmas masih belum maksimal. Sementara itu, BAZNAS mencatat kabar baik dari sektor swasta, di mana zakat profesi sudah berhasil terkumpul dari perusahaan air mineral, Labini.

Di sisi pendistribusian, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RLHB) hampir tuntas, dengan laporan bahwa penyaluran tinggal menyisakan bantuan untuk dua orang penerima manfaat lagi. Beberapa agenda penting telah dirumuskan:

Santunan Anak Yatim: BAZNAS Sampang berencana memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim yang akan digabungkan dengan acara tahunan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA). Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Pendopo Sampang, dengan opsi tanggal antara Kamis, 5 Maret 2026 atau Kamis, 12 Maret 2026.

Kerjasama "Sekolah Sedekah Sampah": Kerjasama dengan perusahaan logistik JNE akan mulai berjalan di bulan Desember. Program Sekolah Sedekah Sampah ini melibatkan pengambilan sampah setiap minggunya di titik-titik sekolah. BAZNAS berencana menambah titik sekolah dan melakukan renovasi titik akhir yang akan berfungsi ganda sebagai sekretariat BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sampang. Untuk menunjang program ini, BAZNAS juga membutuhkan pembelian pemotong ring gelas lubang dua. selain daripada itu,ada permohonan Kotak Sedekah, Sebuah permohonan kotak untuk program Sekolah Sedekah Sampah telah diajukan oleh PP. Assyaidiyah Stinggil.

Aksi Kemanusiaan Palestina: BAZNAS Sampang akan segera memulai penggalangan dana untuk Palestina dengan langkah awal berupa mengadakan kegiatan kemanusiaan.

Rapat evaluasi ini menegaskan komitmen BAZNAS Sampang untuk terus meningkatkan kinerja penghimpunan dan penyaluran ZIS, sembari memperluas jangkauan program sosial dan kemanusiaan.

Kontributor : Wildanul Khoir

04-11-2025 | Kontributor: Admin Wildan
PERLUAS JANGKAUAN LAYANAN, BAZNAS SAMPANG GENJOT PEMBENTUKAN UPZ DESA DI SEJUMLAH KECAMATAN

SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang semakin serius dalam memperkuat ekosistem zakat hingga ke tingkat akar rumput. Hari ini, Senin (27/10), BAZNAS Sampang aktif melakukan silaturahmi dan tindak lanjut di sejumlah kecamatan sebagai upaya percepatan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret setelah pekan lalu BAZNAS Sampang menggelar sosialisasi dan pendampingan intensif bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang. Keterlibatan DPMD dianggap krusial untuk memastikan sinergi program pengumpulan dan pendistribusian zakat tepat sasaran di wilayah perdesaan.

Wakil Pimpinan BAZNAS Sampang, Moh. Hosni, melalui tim pendistribusian dan pengumpulannya, mengunjungi beberapa kantor kecamatan dan berdiskusi langsung dengan kepala desa serta perangkat desa yang menjadi target pembentukan UPZ.

"Setelah sosialisasi di DPMD, kami langsung turun ke lapangan. Silaturahmi ini bertujuan untuk memastikan pemahaman desa terhadap pentingnya UPZ, sekaligus memfasilitasi proses administrasi pembentukan unit ini," jelas Moh. Hosni,Wakil Ketua II Bidang Pengumpulan BAZNAS Sampang.

UPZ Desa ini nantinya akan bertugas sebagai perpanjangan tangan BAZNAS di tingkat desa/kelurahan, yang berfungsi untuk mengumpulkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari masyarakat setempat, termasuk aparatur desa, serta mendistribusikannya secara cepat dan tepat kepada mustahik di desa tersebut.

"Target kami, setiap desa memiliki UPZ yang aktif dan legal. Dengan adanya UPZ Desa, dana zakat bisa bergerak lebih cepat dan program-program pemberdayaan BAZNAS, seperti bantuan modal UMKM atau bedah rumah, bisa menyentuh wilayah yang paling jauh sekalipun," tambahnya.

Respons dari pihak kecamatan sangat positif. Mereka menyambut baik inisiatif BAZNAS ini dan siap membantu memfasilitasi pembentukan UPZ sesuai dengan regulasi yang berlaku. Mereka menyadari bahwa pengelolaan zakat yang terstruktur di tingkat desa akan menjadi instrumen penting dalam percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Langkah BAZNAS Sampang ini diharapkan mampu meningkatkan capaian pengumpulan ZIS, memperluas manfaat zakat, dan menciptakan kemandirian ekonomi umat yang dimulai dari lingkup perdesaan.

Kontributor : Ainur Ridho

27-10-2025 | Kontributor: Admin Ainur Ridho
BAZNAS Sampang Gencarkan Pembentukan UPZ Desa di 14 Kecamatan, Optimalkan Pengelolaan Zakat di Tingkat Bawah

SAMPANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menunjukkan keseriusan dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat hingga ke akar rumput. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa yang melibatkan perwakilan dari seluruh desa di 14 Kecamatan se-Kabupaten Sampang. Acara penting ini diselenggarakan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat, sebagai wujud sinergi antara BAZNAS dan pemerintah desa. Kamis, (16/10).

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang peran dan fungsi strategis UPZ Desa dalam menghimpun dan mendistribusikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara lebih efektif dan efisien di wilayah desa masing-masing. Pembentukan UPZ Desa diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan BAZNAS dan memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik (penerima zakat) yang berhak di tingkat desa.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan desa dari seluruh 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, termasuk Kepala Desa atau perangkat desa yang ditunjuk. Kehadiran perwakilan dari seluruh wilayah ini menunjukkan komitmen BAZNAS untuk mewujudkan reformasi pengelolaan zakat yang terstruktur dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Dalam paparannya, pimpinan BAZNAS Kabupaten Sampang menekankan bahwa UPZ Desa merupakan ujung tombak dalam gerakan zakat. Dengan adanya unit ini, proses identifikasi mustahik, pengumpulan ZIS dari muzakki (pemberi zakat) di desa, serta penyaluran program BAZNAS bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.

"UPZ Desa akan menjadi mitra strategis BAZNAS. Pembentukannya bukan hanya untuk mempermudah penghimpunan, tetapi juga memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan zakat di tingkat lokal," ujar Ketua BAZNAS Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitamy.

Para peserta sosialisasi diberikan materi mengenai dasar hukum, mekanisme pembentukan UPZ, tata cara pencatatan, pelaporan, hingga koordinasi dengan BAZNAS Kabupaten. Diharapkan setelah sosialisasi ini, seluruh desa di Sampang dapat segera membentuk dan mengaktifkan UPZ-nya.

Kepala DPMD Kabupaten Sampang, Sudarmantha, menyambut baik inisiatif BAZNAS ini. Pihaknya menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang optimal selaras dengan upaya pemerintah desa dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. DPMD siap memberikan dukungan penuh agar pembentukan UPZ Desa berjalan lancar dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dengan sinergi antara BAZNAS, DPMD, dan pemerintah desa melalui pembentukan UPZ Desa, BAZNAS Kabupaten Sampang berharap dapat mencapai target penghimpunan ZIS yang lebih tinggi dan mewujudkan visi utama mereka, yaitu kesejahteraan sosial yang lebih optimal di seluruh wilayah Kabupaten Sampang.

Kontributor : Ainur Ridho

16-10-2025 | Kontributor: Admin Ainur Ridho
Reformasi Pengelolaan Zakat: BAZNAS Sampang Evaluasi Wali Fakir dan Tata Ulang Peran Menjadi Koordinator UPZ Kecamatan

SAMPANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang terus melakukan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Dalam sebuah rapat evaluasi internal, BAZNAS Sampang menggelar pertemuan dengan seluruh Wali Fakir se-Kabupaten Sampang, sekaligus merumuskan perubahan peran mereka menjadi Koordinator Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan. Rabu, (15/10).

Rapat evaluasi yang dihadiri oleh seluruh pimpinan BAZNAS Sampang, staff pelaksana, dan perwakilan Wali Fakir dari 14 kecamatan ini bertujuan ganda. Pertama, untuk mengevaluasi kinerja dan memastikan penyaluran dana ZIS kepada fakir/dhuafa berjalan efektif dan tepat sasaran. Kedua, sebagai langkah restrukturisasi organisasi untuk memperkuat fungsi pengumpulan zakat di tingkat akar rumput.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitamy, dalam sambutannya menekankan pentingnya evaluasi rutin. "Evaluasi ini krusial untuk memastikan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan kepada BAZNAS dapat tersalurkan dengan merata dan memberikan dampak signifikan bagi mustahik," ujarnya. Ia menambahkan bahwa masukan dari Wali Fakir di lapangan menjadi bahan penting untuk mengidentifikasi fakir/dhuafa yang masih layak dibantu atau yang perlu diganti.

Poin penting yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah rencana penggeseran tugas para Wali Fakir. Nantinya, peran mereka akan diperluas dan diformalkan menjadi Koordinator UPZ di tiap kecamatan. Perubahan ini didorong oleh kebutuhan BAZNAS untuk memiliki struktur yang lebih terorganisir dalam fungsi pengumpulan (penghimpunan) ZIS di wilayah kecamatan.

"Selama ini peran Wali Fakir memang lebih fokus pada pendataan dan pendistribusian. Ke depan, dengan status Koordinator UPZ Kecamatan, kita berharap mereka juga dapat mengemban tugas sosialisasi dan penghimpunan zakat secara terstruktur. Ini adalah langkah untuk meningkatkan kapasitas amil di tingkat kecamatan," jelas salah satu Pimpinan BAZNAS.

Sebagai tindak lanjut, BAZNAS Sampang berkomitmen untuk segera menerbitkan surat tugas resmi bagi para Koordinator UPZ yang baru. Dokumen ini akan menjadi landasan hukum bagi mereka untuk menjalankan fungsi koordinasi dan sosialisasi program BAZNAS di wilayah kerja masing-masing.

Langkah ini menunjukkan keseriusan BAZNAS Kabupaten Sampang dalam melakukan reformasi pengelolaan zakat, dari sekadar penyaluran menjadi lembaga yang kuat dalam penghimpunan dan pendistribusian, demi mewujudkan visi kesejahteraan sosial yang lebih optimal di seluruh Kabupaten Sampang.

Kontributor : Wildanul Khoir

15-10-2025 | Kontributor: Admin Ainur Ridho
Memperkuat Ruhaniyah Staf: BAZNAS Sampang Lanjutkan Kajian Kitab Bidayatul Hidayah

SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang terus menguatkan pondasi spiritual dan etika kerja para pimpinan, staf, dan relawan melalui kegiatan rutin mingguan. Setiap hari Jumat, BAZNAS Sampang menggelar Kajian Kitab Kuning yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri dan pelayanan kepada masyarakat.

Kajian rutin terbaru yang dilaksanakan pada Jumat pagi ini melanjutkan pembahasan dari kitab monumental, "Bidayatul Hidayah" karya Imam Al-Ghazali. Sesi kali ini secara khusus membahas bab penting mengenai "Tata Krama Memasuki Masjid".

Kajian ini dipandu langsung oleh pemateri dari internal BAZNAS Sampang, yaitu Bapak Taufik Ismail, salah seorang staf BAZNAS yang dikenal memiliki kompetensi di bidang keilmuan agama.

Dalam paparannya, Taufik Ismail mengupas tuntas petunjuk-petunjuk spiritual yang diajarkan oleh Imam Al-Ghazali tentang adab yang harus dimiliki seorang Muslim saat melangkahkan kaki menuju rumah Allah.

"Adab masuk masjid bukan sekadar ritual fisik, namun cerminan kesiapan hati seorang hamba untuk bertemu Sang Pencipta," jelas Taufik Ismail. "Mulai dari niat yang tulus, doa ketika melangkah, hingga larangan duduk sebelum menunaikan shalat Tahiyyatul Masjid. Semua ini adalah upaya melatih kesadaran ruhani agar setiap aktivitas kita selalu bernilai ibadah."

Kajian rutin ini menunjukkan komitmen BAZNAS Sampang dalam menyeimbangkan dimensi amaliah (praktis) dan ruhaniyah (spiritual). Seluruh jajaran, mulai dari Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sampang, staf pelaksana, hingga para relawan, hadir mengikuti kajian ini dengan khidmat.

Kegiatan ini menjadi forum penting untuk saling mengingatkan dan memperdalam ilmu agama, yang diharapkan dapat berdampak langsung pada etos kerja dan integritas para amil. BAZNAS Sampang berkomitmen untuk menjadikan kajian mingguan ini sebagai program berkelanjutan, memastikan bahwa setiap langkah dalam melayani masyarakat miskin (mustahik) selalu dilandasi oleh ilmu dan adab yang baik.

Kontributor : Wildanul Khoir

10-10-2025 | Kontributor: Admin Wildan
BAZNAS Sampang Gelar Rapat Evaluasi Awal Bulan, Fokus Perluasan Jangkauan Zakat dan Sinergi Lintas Sektor

Sampang– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menggelar rapat evaluasi bulanan di awal Oktober ini untuk mematangkan strategi dan program kerja ke depan. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan staff serta relawan BAZNAS, dengan fokus utama pada perluasan pengumpulan dan penyaluran zakat di seluruh wilayah Sampang. Selasa, (01/10).

Dalam rapat evaluasi tersebut, salah satu poin pembahasan krusial adalah rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa dan masjid se-Kabupaten Sampang. Langkah ini diambil untuk mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat dan memaksimalkan potensi ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) yang ada.

Selain itu, BAZNAS Sampang juga akan mengintensifkan pengumpulan ZIS di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk sektor swasta, BAZNAS berencana menjalin silaturahmi dan kerjasama dengan berbagai perusahaan di Sampang. Dalam upaya mendapatkan data akurat mengenai perusahaan yang beroperasi, BAZNAS akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Sampang.

Rapat juga menghasilkan penajaman kerjasama yang inovatif, salah satunya dengan perusahaan jasa pengiriman JNE. Kerjasama ini akan memungkinkan JNE berpartisipasi dalam menyalurkan zakat secara tunai langsung kepada para mustahik. Selain penyaluran zakat, kemitraan dengan JNE juga diperkuat untuk pengelolaan program "Sekolah Sedekah Sampah", sebuah inisiatif unik yang mengintegrasikan edukasi, sedekah, dan pengelolaan lingkungan.

Lebih lanjut, BAZNAS Sampang mulai mematangkan persiapan untuk Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda). Kegiatan ini penting untuk menindaklanjuti dan mengimplementasikan berbagai keputusan strategis yang telah dihasilkan dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sebelumnya.

Dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi umat, BAZNAS Sampang berkomitmen penuh untuk memfasilitasi peserta program BAZNAS Santripreneur. Program ini bertujuan mencetak wirausahawan muda dari kalangan santri. Fasilitasi yang diberikan meliputi pendampingan, pelatihan, serta akses permodalan dari dana zakat produktif, sehingga para santri mampu mengembangkan usaha mereka dan menjadi agen penggerak ekonomi di lingkungannya.

Koordinator : Wildanul Khoir

01-10-2025 | Kontributor: Admin Wildan
BAZNAS Sampang Perkuat Sinergi dengan KUA Sreseh, Dorong Peningkatan Penghimpunan ZIS
BAZNAS Sampang Perkuat Sinergi dengan KUA Sreseh, Dorong Peningkatan Penghimpunan ZIS
SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang terus mengencarkan upaya optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di tingkat kecamatan. Kali ini, BAZNAS Sampang melaksanakan kunjungan silaturahmi dan sosialisasi ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sreseh. Selasa, (11/11). Kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sampang, Bapak Moh. Hosni, ini disambut hangat oleh Perwakilan KUA Kecamatan Sreseh, Bapak Muqoddas beserta jajarannya. Tujuan utama dari silaturahmi ini adalah untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat dengan KUA sebagai mitra strategis di garda terdepan masyarakat. KUA dianggap memiliki peran vital karena kedekatannya dengan tokoh agama, penyuluh, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kecamatan. Dalam paparannya,Wakil Ketua I BAZNAS Sampang, Bapak Moh. Hosni menekankan pentingnya peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan KUA untuk mengedukasi dan mendorong kesadaran masyarakat serta ASN dalam menunaikan ZIS melalui lembaga resmi. "KUA adalah mitra kami yang sangat strategis. Melalui para penyuluh dan penghulu, kami berharap edukasi tentang Zakat, Infak, dan Sedekah bisa sampai ke setiap lapisan masyarakat di Sreseh. Optimalisasi ZIS adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan umat dan pengentasan kemiskinan," ujarnya. Sementara itu, Staff Perwakilan KUA Kecamatan Sreseh, Bapak Muqoddas, menyambut baik inisiasi ini dan menyatakan komitmen penuh lembaganya. "Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan BAZNAS Sampang. Kami akan mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat KUA dan para penyuluh agama untuk menjadi duta-duta BAZNAS, sehingga potensi ZIS di Kecamatan Sreseh dapat terkumpul secara maksimal dan disalurkan secara tepat sasaran," tegasnya. Diharapkan, dengan penguatan kolaborasi ini, penghimpunan ZIS di Kecamatan Sreseh dapat meningkat signifikan. Dana ZIS yang terkumpul nantinya akan dikelola secara akuntabel oleh BAZNAS Sampang untuk berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik di Kabupaten Sampang. Kontributor : Wildanul Khoir

11-11-2025 | Admin Wildan

Tingkatkan Akhlak Amil, BAZNAS Sampang Gelar Pengajian Kitab Setiap Pekan
Tingkatkan Akhlak Amil, BAZNAS Sampang Gelar Pengajian Kitab Setiap Pekan
SAMPANG – Dalam upaya memperkuat landasan spiritual dan mentalitas seluruh jajaran pimpinan dan staf, BAZNAS Kabupaten Sampang secara rutin melaksanakan kegiatan kajian kitab internal setiap hari Jumat. Kajian yang digelar pada Jumat (07/11). pekan ini kembali memfokuskan pembahasan pada Kitab monumental, Bidayatul Hidayah. Kajian tersebut membahas secara mendalam bab mengenai Persiapan Melakukan Ibadah, yang disampaikan langsung oleh Ketua BAZNAS Sampang, Drs. K. H. Abd. Rouf Al-Hitamy. Dalam paparannya, Kiai Rouf menekankan bahwa kesiapan seorang hamba sebelum menjalankan ibadah, termasuk ibadah muamalah seperti mengelola zakat, sangat krusial. Persiapan tersebut tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga pembersihan hati (tazkiyatun nufs) dari berbagai penyakit batin. "Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali ini mengajarkan kita bahwa awal menuju petunjuk (hidayah) adalah dengan memperbaiki interaksi kita dengan Allah. Terutama bagi kita yang mengemban amanah zakat, ibadah kita harus diawali dengan kesucian niat dan persiapan yang matang," jelasnya Menurut beliau, menjalankan ibadah dengan persiapan yang benar akan berdampak positif pada integritas dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan insan-insan amil zakat yang tidak hanya profesional dalam administrasi dan penyaluran, tetapi juga memiliki landasan akhlak dan spiritual yang kuat, sehingga amanah dari para muzaki dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kontributor : Wiladnul Khoir

07-11-2025 | Admin Wildan

Penguatan Jaringan Zakat: BAZNAS Sampang Sosialisasikan ZIS di KUA Kecamatan Pengarengan
Penguatan Jaringan Zakat: BAZNAS Sampang Sosialisasikan ZIS di KUA Kecamatan Pengarengan
SAMPANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang melanjutkan agenda penguatan sinergi lembaga dengan menggelar kegiatan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pengarengan, Kamis, (06/11). Langkah ini merupakan bagian dari strategi BAZNAS Sampang untuk memperluas jangkauan edukasi dan penghimpunan ZIS, dengan menempatkan KUA sebagai mitra kunci yang paling dekat dengan masyarakat muzaki di wilayah kecamatan. Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala KUA Pengarengan beserta jajaran staf, penghulu, dan penyuluh agama setempat. Tim BAZNAS Sampang, yang dipimpin oleh Wakil Ketua 1, Moh. Hosni, didampingi Staff, dan Relawan Pengumpulan memaparkan beberapa materi secara komprehensif mengenai tata kelola ZIS. Materi yang disampaikan meliputi: Fiqih Zakat Kontemporer: Penjelasan mengenai berbagai jenis zakat (maal, profesi, fitrah) yang relevan dengan kondisi saat ini. Transparansi dan Akuntabilitas: Pemaparan mengenai sistem pengelolaan dana ZIS oleh BAZNAS Sampang yang berprinsip syariah dan akuntabel. Peran KUA: Menguatkan peran strategis KUA, terutama para penyuluh agama, sebagai duta BAZNAS dalam mengedukasi masyarakat agar menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi. Staaf Pengumpulan, Rositha menekankan pentingnya peran KUA dalam mendorong kesadaran berzakat. "KUA adalah mitra kami yang paling vital di lapangan. Melalui para penyuluh dan penghulu, kami berharap edukasi tentang Zakat, Infak, dan Sedekah bisa sampai ke setiap sudut masyarakat di Pengarengan. Optimalisasi ZIS adalah kunci untuk mewujudkan kesejahteraan umat," tuturnya Kepala KUA Kecamatan Pengarengan, menyambut baik inisiasi ini dan menegaskan komitmen lembaganya. "Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan BAZNAS Sampang. Setelah sosialisasi ini, kami akan menjadikan isu ZIS sebagai salah satu materi prioritas dalam setiap kegiatan pembinaan umat di Kecamatan Pengarengan. Insya Allah, sinergi ini akan membawa manfaat besar," katanya Melalui konsolidasi ini, BAZNAS Sampang berharap dapat mencetak angka penghimpunan ZIS yang lebih tinggi, sehingga dapat menyalurkan lebih banyak bantuan dan program produktif yang berdampak nyata pada peningkatan kualitas hidup mustahik (penerima zakat) di Kabupaten Sampang. Kontributor : Wildanul Khoir

06-11-2025 | Admin Wildan

Perkuat Kolaborasi Umat: BAZNAS Sampang Sosialisasi ZIS di KUA Kecamatan Jrengik
Perkuat Kolaborasi Umat: BAZNAS Sampang Sosialisasi ZIS di KUA Kecamatan Jrengik
SAMPANG - Dalam upaya mengoptimalkan penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di tingkat kecamatan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menggelar kegiatan sosialisasi dan koordinasi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jrengik. Kamis, (06/11). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dengan aparatur KUA sebagai garda terdepan Kementerian Agama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. KUA Jrengik, yang memiliki peran sentral dalam urusan keagamaan di wilayah tersebut, diharapkan menjadi mitra strategis dalam edukasi dan pengumpulan ZIS. Tim dari BAZNAS Kabupaten Sampang, yang diprakarsai oleh Wakil Ketua 1, Moh. Hosni, didampingi staff pengumpulan dan relawan menyampaikan materi sosialisasi yang meliputi: Pentingnya ZIS: Penegasan kembali tentang kewajiban dan manfaat menunaikan Zakat sebagai rukun Islam. Mekanisme Pengumpulan: Edukasi mengenai tata cara dan prosedur penyaluran Infak dan Sedekah yang aman dan terpercaya melalui BAZNAS Sampang. Program BAZNAS: Pemaparan mengenai berbagai program unggulan BAZNAS di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan yang didanai dari dana ZIS masyarakat. Staff pengumpulan, Roshita menjelaskan bahwa sosialisasi ini adalah langkah proaktif BAZNAS untuk memastikan bahwa informasi mengenai pengelolaan ZIS tersampaikan dengan benar kepada seluruh elemen masyarakat, terutama melalui tokoh-tokoh agama dan penyuluh di bawah naungan KUA. "Kami melihat KUA sebagai ujung tombak yang paling dekat dengan muzaki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat) di tingkat desa. Dengan sinergi yang kuat, kami yakin penghimpunan ZIS di Kecamatan Jrengik akan semakin optimal, sehingga dampak manfaatnya bagi masyarakat kurang mampu juga akan meluas," ujarnya. Perwakilan KUA Kecamatan Jrengik, menyambut baik inisiatif BAZNAS Sampang ini. Beliau menekankan komitmen jajaran KUA Jrengik, termasuk para penghulu dan penyuluh agama, untuk mendukung penuh program Zakat Nasional. "Kami siap menjadi mitra BAZNAS dalam mensosialisasikan pentingnya Zakat, Infak, dan Sedekah kepada masyarakat. Melalui forum-forum keagamaan dan pembinaan, kami akan terus mendorong kesadaran umat untuk menunaikan kewajiban ZIS mereka melalui lembaga resmi seperti BAZNAS," tuturnya Diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, kesadaran berzakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA dan masyarakat umum di Kecamatan Jrengik semakin meningkat, sehingga BAZNAS Sampang dapat terus meningkatkan perannya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat di Kabupaten Sampang. Kontributor : Wildanul Khoir

06-11-2025 | Admin Wildan

BAZNAS Sampang Soroti Keterlambatan Pembentukan UPZ Desa dalam Rapat Evaluasi Bulanan
BAZNAS Sampang Soroti Keterlambatan Pembentukan UPZ Desa dalam Rapat Evaluasi Bulanan
SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menggelar rapat evaluasi bulanan internal di awal bulan November 2025. Rapat tersebut menyoroti sejumlah program strategis, di antaranya adalah target pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa dan kelurahan yang masih jauh dari harapan, serta optimalisasi pengumpulan zakat profesi. Selasa (04,11). Dari total 186 desa dan kelurahan di Sampang, BAZNAS mencatat baru 23 UPZ yang telah terbentuk. Data per kecamatan menunjukkan ketimpangan yang signifikan: Kecamatan dengan UPZ Terbentuk: Camplong: 6 dari 14 desa Omben: 13 dari 20 desa Sampang: 10 dari 6 kelurahan dan 12 desa Torjun: 4 dari 12 desa Jrengik: 4 dari 14 desa Kedungdung: 1 dari 18 desa Robatal: 4 dari 8 desa Banyuates: 4 dari 20 desa Sokobanah: 1 dari 12 desa Kecamatan dengan Hambatan: Pangarengan (6 desa), Sreseh (12 desa), dan Ketapang (14 desa), serta Karang Penang (7 desa) belum membentuk UPZ sama sekali. Di Pangarengan, Sreseh, dan Tambelangan (10 desa), BAZNAS menyebutkan bahwa tindak lanjut dari camat setempat setelah proses follow up masih belum ada. Ketua BAZNAS Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitamy, menekankan pentingnya peran kecamatan dan desa untuk segera menuntaskan pembentukan UPZ sebagai ujung tombak pengumpulan zakat di tingkat masyarakat. Rencana ke depan, Rapat Koordinasi (Rakor) UPZ akan segera diadakan setelah pembentukan UPZ desa di 14 kecamatan terpenuhi.Dalam evaluasinya, BAZNAS juga menyoroti upaya optimalisasi zakat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Khususnya di Dinas Kesehatan, tindak lanjut terkait zakat di tingkat Puskesmas masih belum maksimal. Sementara itu, BAZNAS mencatat kabar baik dari sektor swasta, di mana zakat profesi sudah berhasil terkumpul dari perusahaan air mineral, Labini. Di sisi pendistribusian, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RLHB) hampir tuntas, dengan laporan bahwa penyaluran tinggal menyisakan bantuan untuk dua orang penerima manfaat lagi. Beberapa agenda penting telah dirumuskan: Santunan Anak Yatim: BAZNAS Sampang berencana memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim yang akan digabungkan dengan acara tahunan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA). Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Pendopo Sampang, dengan opsi tanggal antara Kamis, 5 Maret 2026 atau Kamis, 12 Maret 2026. Kerjasama "Sekolah Sedekah Sampah": Kerjasama dengan perusahaan logistik JNE akan mulai berjalan di bulan Desember. Program Sekolah Sedekah Sampah ini melibatkan pengambilan sampah setiap minggunya di titik-titik sekolah. BAZNAS berencana menambah titik sekolah dan melakukan renovasi titik akhir yang akan berfungsi ganda sebagai sekretariat BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Sampang. Untuk menunjang program ini, BAZNAS juga membutuhkan pembelian pemotong ring gelas lubang dua. selain daripada itu,ada permohonan Kotak Sedekah, Sebuah permohonan kotak untuk program Sekolah Sedekah Sampah telah diajukan oleh PP. Assyaidiyah Stinggil. Aksi Kemanusiaan Palestina: BAZNAS Sampang akan segera memulai penggalangan dana untuk Palestina dengan langkah awal berupa mengadakan kegiatan kemanusiaan. Rapat evaluasi ini menegaskan komitmen BAZNAS Sampang untuk terus meningkatkan kinerja penghimpunan dan penyaluran ZIS, sembari memperluas jangkauan program sosial dan kemanusiaan. Kontributor : Wildanul Khoir

04-11-2025 | Admin Wildan

PERLUAS JANGKAUAN LAYANAN, BAZNAS SAMPANG GENJOT PEMBENTUKAN UPZ DESA DI SEJUMLAH KECAMATAN
PERLUAS JANGKAUAN LAYANAN, BAZNAS SAMPANG GENJOT PEMBENTUKAN UPZ DESA DI SEJUMLAH KECAMATAN
SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang semakin serius dalam memperkuat ekosistem zakat hingga ke tingkat akar rumput. Hari ini, Senin (27/10), BAZNAS Sampang aktif melakukan silaturahmi dan tindak lanjut di sejumlah kecamatan sebagai upaya percepatan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa. Kegiatan ini merupakan langkah konkret setelah pekan lalu BAZNAS Sampang menggelar sosialisasi dan pendampingan intensif bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang. Keterlibatan DPMD dianggap krusial untuk memastikan sinergi program pengumpulan dan pendistribusian zakat tepat sasaran di wilayah perdesaan. Wakil Pimpinan BAZNAS Sampang, Moh. Hosni, melalui tim pendistribusian dan pengumpulannya, mengunjungi beberapa kantor kecamatan dan berdiskusi langsung dengan kepala desa serta perangkat desa yang menjadi target pembentukan UPZ. "Setelah sosialisasi di DPMD, kami langsung turun ke lapangan. Silaturahmi ini bertujuan untuk memastikan pemahaman desa terhadap pentingnya UPZ, sekaligus memfasilitasi proses administrasi pembentukan unit ini," jelas Moh. Hosni,Wakil Ketua II Bidang Pengumpulan BAZNAS Sampang. UPZ Desa ini nantinya akan bertugas sebagai perpanjangan tangan BAZNAS di tingkat desa/kelurahan, yang berfungsi untuk mengumpulkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari masyarakat setempat, termasuk aparatur desa, serta mendistribusikannya secara cepat dan tepat kepada mustahik di desa tersebut. "Target kami, setiap desa memiliki UPZ yang aktif dan legal. Dengan adanya UPZ Desa, dana zakat bisa bergerak lebih cepat dan program-program pemberdayaan BAZNAS, seperti bantuan modal UMKM atau bedah rumah, bisa menyentuh wilayah yang paling jauh sekalipun," tambahnya. Respons dari pihak kecamatan sangat positif. Mereka menyambut baik inisiatif BAZNAS ini dan siap membantu memfasilitasi pembentukan UPZ sesuai dengan regulasi yang berlaku. Mereka menyadari bahwa pengelolaan zakat yang terstruktur di tingkat desa akan menjadi instrumen penting dalam percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Langkah BAZNAS Sampang ini diharapkan mampu meningkatkan capaian pengumpulan ZIS, memperluas manfaat zakat, dan menciptakan kemandirian ekonomi umat yang dimulai dari lingkup perdesaan. Kontributor : Ainur Ridho

27-10-2025 | Admin Ainur Ridho

BAZNAS Sampang Gencarkan Pembentukan UPZ Desa di 14 Kecamatan, Optimalkan Pengelolaan Zakat di Tingkat Bawah
BAZNAS Sampang Gencarkan Pembentukan UPZ Desa di 14 Kecamatan, Optimalkan Pengelolaan Zakat di Tingkat Bawah
SAMPANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menunjukkan keseriusan dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat hingga ke akar rumput. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa yang melibatkan perwakilan dari seluruh desa di 14 Kecamatan se-Kabupaten Sampang. Acara penting ini diselenggarakan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat, sebagai wujud sinergi antara BAZNAS dan pemerintah desa. Kamis, (16/10). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang peran dan fungsi strategis UPZ Desa dalam menghimpun dan mendistribusikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara lebih efektif dan efisien di wilayah desa masing-masing. Pembentukan UPZ Desa diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan BAZNAS dan memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik (penerima zakat) yang berhak di tingkat desa. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan desa dari seluruh 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, termasuk Kepala Desa atau perangkat desa yang ditunjuk. Kehadiran perwakilan dari seluruh wilayah ini menunjukkan komitmen BAZNAS untuk mewujudkan reformasi pengelolaan zakat yang terstruktur dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Dalam paparannya, pimpinan BAZNAS Kabupaten Sampang menekankan bahwa UPZ Desa merupakan ujung tombak dalam gerakan zakat. Dengan adanya unit ini, proses identifikasi mustahik, pengumpulan ZIS dari muzakki (pemberi zakat) di desa, serta penyaluran program BAZNAS bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran. "UPZ Desa akan menjadi mitra strategis BAZNAS. Pembentukannya bukan hanya untuk mempermudah penghimpunan, tetapi juga memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan zakat di tingkat lokal," ujar Ketua BAZNAS Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitamy. Para peserta sosialisasi diberikan materi mengenai dasar hukum, mekanisme pembentukan UPZ, tata cara pencatatan, pelaporan, hingga koordinasi dengan BAZNAS Kabupaten. Diharapkan setelah sosialisasi ini, seluruh desa di Sampang dapat segera membentuk dan mengaktifkan UPZ-nya. Kepala DPMD Kabupaten Sampang, Sudarmantha, menyambut baik inisiatif BAZNAS ini. Pihaknya menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang optimal selaras dengan upaya pemerintah desa dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. DPMD siap memberikan dukungan penuh agar pembentukan UPZ Desa berjalan lancar dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dengan sinergi antara BAZNAS, DPMD, dan pemerintah desa melalui pembentukan UPZ Desa, BAZNAS Kabupaten Sampang berharap dapat mencapai target penghimpunan ZIS yang lebih tinggi dan mewujudkan visi utama mereka, yaitu kesejahteraan sosial yang lebih optimal di seluruh wilayah Kabupaten Sampang. Kontributor : Ainur Ridho

16-10-2025 | Admin Ainur Ridho

Reformasi Pengelolaan Zakat: BAZNAS Sampang Evaluasi Wali Fakir dan Tata Ulang Peran Menjadi Koordinator UPZ Kecamatan
Reformasi Pengelolaan Zakat: BAZNAS Sampang Evaluasi Wali Fakir dan Tata Ulang Peran Menjadi Koordinator UPZ Kecamatan
SAMPANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang terus melakukan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Dalam sebuah rapat evaluasi internal, BAZNAS Sampang menggelar pertemuan dengan seluruh Wali Fakir se-Kabupaten Sampang, sekaligus merumuskan perubahan peran mereka menjadi Koordinator Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan. Rabu, (15/10). Rapat evaluasi yang dihadiri oleh seluruh pimpinan BAZNAS Sampang, staff pelaksana, dan perwakilan Wali Fakir dari 14 kecamatan ini bertujuan ganda. Pertama, untuk mengevaluasi kinerja dan memastikan penyaluran dana ZIS kepada fakir/dhuafa berjalan efektif dan tepat sasaran. Kedua, sebagai langkah restrukturisasi organisasi untuk memperkuat fungsi pengumpulan zakat di tingkat akar rumput. Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitamy, dalam sambutannya menekankan pentingnya evaluasi rutin. "Evaluasi ini krusial untuk memastikan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan kepada BAZNAS dapat tersalurkan dengan merata dan memberikan dampak signifikan bagi mustahik," ujarnya. Ia menambahkan bahwa masukan dari Wali Fakir di lapangan menjadi bahan penting untuk mengidentifikasi fakir/dhuafa yang masih layak dibantu atau yang perlu diganti. Poin penting yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah rencana penggeseran tugas para Wali Fakir. Nantinya, peran mereka akan diperluas dan diformalkan menjadi Koordinator UPZ di tiap kecamatan. Perubahan ini didorong oleh kebutuhan BAZNAS untuk memiliki struktur yang lebih terorganisir dalam fungsi pengumpulan (penghimpunan) ZIS di wilayah kecamatan. "Selama ini peran Wali Fakir memang lebih fokus pada pendataan dan pendistribusian. Ke depan, dengan status Koordinator UPZ Kecamatan, kita berharap mereka juga dapat mengemban tugas sosialisasi dan penghimpunan zakat secara terstruktur. Ini adalah langkah untuk meningkatkan kapasitas amil di tingkat kecamatan," jelas salah satu Pimpinan BAZNAS. Sebagai tindak lanjut, BAZNAS Sampang berkomitmen untuk segera menerbitkan surat tugas resmi bagi para Koordinator UPZ yang baru. Dokumen ini akan menjadi landasan hukum bagi mereka untuk menjalankan fungsi koordinasi dan sosialisasi program BAZNAS di wilayah kerja masing-masing. Langkah ini menunjukkan keseriusan BAZNAS Kabupaten Sampang dalam melakukan reformasi pengelolaan zakat, dari sekadar penyaluran menjadi lembaga yang kuat dalam penghimpunan dan pendistribusian, demi mewujudkan visi kesejahteraan sosial yang lebih optimal di seluruh Kabupaten Sampang. Kontributor : Wildanul Khoir

15-10-2025 | Admin Ainur Ridho

Memperkuat Ruhaniyah Staf: BAZNAS Sampang Lanjutkan Kajian Kitab Bidayatul Hidayah
Memperkuat Ruhaniyah Staf: BAZNAS Sampang Lanjutkan Kajian Kitab Bidayatul Hidayah
SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang terus menguatkan pondasi spiritual dan etika kerja para pimpinan, staf, dan relawan melalui kegiatan rutin mingguan. Setiap hari Jumat, BAZNAS Sampang menggelar Kajian Kitab Kuning yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri dan pelayanan kepada masyarakat. Kajian rutin terbaru yang dilaksanakan pada Jumat pagi ini melanjutkan pembahasan dari kitab monumental, "Bidayatul Hidayah" karya Imam Al-Ghazali. Sesi kali ini secara khusus membahas bab penting mengenai "Tata Krama Memasuki Masjid". Kajian ini dipandu langsung oleh pemateri dari internal BAZNAS Sampang, yaitu Bapak Taufik Ismail, salah seorang staf BAZNAS yang dikenal memiliki kompetensi di bidang keilmuan agama. Dalam paparannya, Taufik Ismail mengupas tuntas petunjuk-petunjuk spiritual yang diajarkan oleh Imam Al-Ghazali tentang adab yang harus dimiliki seorang Muslim saat melangkahkan kaki menuju rumah Allah. "Adab masuk masjid bukan sekadar ritual fisik, namun cerminan kesiapan hati seorang hamba untuk bertemu Sang Pencipta," jelas Taufik Ismail. "Mulai dari niat yang tulus, doa ketika melangkah, hingga larangan duduk sebelum menunaikan shalat Tahiyyatul Masjid. Semua ini adalah upaya melatih kesadaran ruhani agar setiap aktivitas kita selalu bernilai ibadah." Kajian rutin ini menunjukkan komitmen BAZNAS Sampang dalam menyeimbangkan dimensi amaliah (praktis) dan ruhaniyah (spiritual). Seluruh jajaran, mulai dari Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sampang, staf pelaksana, hingga para relawan, hadir mengikuti kajian ini dengan khidmat. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk saling mengingatkan dan memperdalam ilmu agama, yang diharapkan dapat berdampak langsung pada etos kerja dan integritas para amil. BAZNAS Sampang berkomitmen untuk menjadikan kajian mingguan ini sebagai program berkelanjutan, memastikan bahwa setiap langkah dalam melayani masyarakat miskin (mustahik) selalu dilandasi oleh ilmu dan adab yang baik. Kontributor : Wildanul Khoir

10-10-2025 | Admin Wildan

BAZNAS Sampang Gelar Rapat Evaluasi Awal Bulan, Fokus Perluasan Jangkauan Zakat dan Sinergi Lintas Sektor
BAZNAS Sampang Gelar Rapat Evaluasi Awal Bulan, Fokus Perluasan Jangkauan Zakat dan Sinergi Lintas Sektor
Sampang– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menggelar rapat evaluasi bulanan di awal Oktober ini untuk mematangkan strategi dan program kerja ke depan. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan staff serta relawan BAZNAS, dengan fokus utama pada perluasan pengumpulan dan penyaluran zakat di seluruh wilayah Sampang. Selasa, (01/10). Dalam rapat evaluasi tersebut, salah satu poin pembahasan krusial adalah rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa dan masjid se-Kabupaten Sampang. Langkah ini diambil untuk mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat dan memaksimalkan potensi ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) yang ada. Selain itu, BAZNAS Sampang juga akan mengintensifkan pengumpulan ZIS di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk sektor swasta, BAZNAS berencana menjalin silaturahmi dan kerjasama dengan berbagai perusahaan di Sampang. Dalam upaya mendapatkan data akurat mengenai perusahaan yang beroperasi, BAZNAS akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoprindag) Kabupaten Sampang. Rapat juga menghasilkan penajaman kerjasama yang inovatif, salah satunya dengan perusahaan jasa pengiriman JNE. Kerjasama ini akan memungkinkan JNE berpartisipasi dalam menyalurkan zakat secara tunai langsung kepada para mustahik. Selain penyaluran zakat, kemitraan dengan JNE juga diperkuat untuk pengelolaan program "Sekolah Sedekah Sampah", sebuah inisiatif unik yang mengintegrasikan edukasi, sedekah, dan pengelolaan lingkungan. Lebih lanjut, BAZNAS Sampang mulai mematangkan persiapan untuk Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda). Kegiatan ini penting untuk menindaklanjuti dan mengimplementasikan berbagai keputusan strategis yang telah dihasilkan dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sebelumnya. Dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi umat, BAZNAS Sampang berkomitmen penuh untuk memfasilitasi peserta program BAZNAS Santripreneur. Program ini bertujuan mencetak wirausahawan muda dari kalangan santri. Fasilitasi yang diberikan meliputi pendampingan, pelatihan, serta akses permodalan dari dana zakat produktif, sehingga para santri mampu mengembangkan usaha mereka dan menjadi agen penggerak ekonomi di lingkungannya. Koordinator : Wildanul Khoir

01-10-2025 | Admin Wildan

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat