WhatsApp Icon

Berita Terkini

BAZNAS Sampang Masuk 10 Besar Terbaik Se-Jawa Timur, Terima Aspirasi dari BPJS Ketenagakerjaan
BAZNAS Sampang Masuk 10 Besar Terbaik Se-Jawa Timur, Terima Aspirasi dari BPJS Ketenagakerjaan
SAMPANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil masuk dalam jajaran 10 Besar Kabupaten/Kota Terbaik se-Jawa Timur. Penghargaan ini diserahkan dalam kegiatan Pra Rakorda BAZNAS Jawa Timur yang berlangsung baru-baru ini. Selasa, (20/10/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, yang turut didampingi oleh Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, H. Mohammad Ghofirin, M.Pd. Penyerahan penghargaan tersebut diterima secara resmi oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sampang, Moh. Hosni, S.Ag. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras seluruh jajaran BAZNAS Kabupaten Sampang dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel. Kinerja yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat BAZNAS Sampang dipercaya dan diakui di tingkat provinsi. Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitami, menyambut gembira capaian tersebut dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam. "Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT. Penghargaan ini bukan sekadar piala atau sertifikat, melainkan amanah dan kepercayaan besar dari masyarakat Kabupaten Sampang yang telah menitipkan zakat dan kebaikannya melalui BAZNAS. Masuknya BAZNAS Sampang dalam 10 besar terbaik se-Jawa Timur menjadi bukti bahwa kerja keras seluruh tim mulai membuahkan hasil," ujarnya. Lebih lanjut, KH. Abd. Rouf Alhitami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kinerja lembaga. "Terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur atas apresiasi dan bimbingannya. Capaian ini memacu kami untuk tidak berpuas diri, melainkan terus meningkatkan kualitas pelayanan, tata kelola, serta jangkauan penyaluran bantuan agar semakin tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan di seluruh pelosok Kabupaten Sampang," tambahnya. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Sampang, Moh. Hosni, S.Ag., yang menerima penghargaan tersebut menyebutkan bahwa prestasi ini akan dijadikan motivasi untuk bekerja lebih giat lagi. "Kami merasa terhormat menerima penghargaan ini. Ini adalah dorongan bagi kami untuk semakin profesional dalam mengelola amanah umat. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperluas program-program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga kehadiran BAZNAS semakin terasa nyata bagi warga Sampang," ungkapnya. Diharapkan dengan adanya pengakuan ini, kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS Kabupaten Sampang semakin kuat, dan sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, serta mitra kerja seperti BPJS Ketenagakerjaan dapat semakin erat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata. (ido/suf)
20/10/2026 | Ainur Ridho
BAZNAS Sampang Sebarkan Kotak Amal di Enam Titik Layanan Kesehatan
BAZNAS Sampang Sebarkan Kotak Amal di Enam Titik Layanan Kesehatan
SAMPANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang terus memperluas jangkauan penghimpunan dana zakat melalui penempatan kotak amal di sejumlah fasilitas kesehatan. Kali ini, kotak amal diserahkan ke enam titik, meliputi Klinik Amin, Rumah Sakit Nindhita, Rumah Sakit Sukma Wijaya, Rumah Sakit Qona'ah, serta Puskesmas Jrengik dan Puskesmas Camplong. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sampang, Moh. Hosni, S.Ag. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II Nyai Hj. Siti Fatimah, Wakil Ketua III Abd. Rozak, beserta staf BAZNAS Sampang. Moh. Hosni menyampaikan bahwa penempatan kotak amal di fasilitas kesehatan merupakan upaya untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat dan sedekah, sekaligus membudayakan berbagi kebaikan di tengah aktivitas sehari-hari. "Kami berharap kehadiran kotak amal ini dapat menjadi sarana yang mudah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program kemanusiaan dan sosial yang diselenggarakan BAZNAS, terutama membantu warga yang membutuhkan bantuan pengobatan," ujarnya. Pihak pengelola masing-masing fasilitas kesehatan menyambut baik langkah tersebut dan berkomitmen untuk ikut menjaga dan mengajak pengunjung untuk menyalurkan sedekah melalui kotak amal yang telah disediakan. Penempatan kotak amal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berzakat sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga zakat dan lembaga kesehatan dalam melayani masyarakat Kabupaten Sampang.
13/10/2026 | Gus Yusuf
BAZNAS Sampang Bersama Pemkab Salurkan Sejuta Liter Air Bersih ke Warga Sreseh
BAZNAS Sampang Bersama Pemkab Salurkan Sejuta Liter Air Bersih ke Warga Sreseh
SAMPANG – BAZNAS Kabupaten Sampang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sampang menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Sreseh. Penyaluran dilakukan di dua titik, yaitu Dusun Taman Timur dan Dusun Koncop, keduanya berada di Desa Taman, Kecamatan Sreseh. Bantuan berupa satu juta liter air bersih ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan akses air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kegiatan penyaluran dihadiri langsung oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sampang, Ny. Sariroh Mahfudz, Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitami, perwakilan Tim BTB, serta Camat Sreseh beserta jajarannya. Ketua BAZNAS Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitami, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam hadir menyelesaikan kesulitan masyarakat. "Kehadiran air bersih ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga. Semoga kerja sama yang terjalin terus dapat memberikan manfaat yang lebih luas lagi," ujarnya. Warga setempat tampak antusias dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan, sehingga mereka tidak lagi harus berjuang jauh untuk mendapatkan air bersih. (ido/suf)
12/10/2026 | Gus Yusuf

Agenda Pimpinan

Jalin Sinergi, Baznas Sampang Silaturahmi ke Kemenhaj Sampang: UPZ Segera Dibentuk
Jalin Sinergi, Baznas Sampang Silaturahmi ke Kemenhaj Sampang: UPZ Segera Dibentuk
SAMPANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus sinergi program ke Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sampang, dalam rangka persiapan pembentukan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di lingkungan instansi tersebut. Senin, (26/10/2026). Rombongan BAZNAS Sampang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitami, didampingi Wakil Ketua I Moh. Hosni, Wakil Ketua II Nyai Hj. Siti Fatima, Wakil Ketua III Abd. Razak, Wakil Ketua IV H. Moh. Yusuf, serta staf Bagian Pengumpulan BAZNAS Sampang. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sampang, H. Syafiddin, menyambut baik kedatangan rombongan dan menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama. "Kami siap bekerja sama dengan BAZNAS Sampang dan akan membentuk UPZ di lingkungan kantor kami. Meskipun jumlah ASN di sini hanya 4 orang, kami tetap berkomitmen mendukung pengelolaan zakat yang terpercaya. Saya juga berharap, pada saat pendaftaran jamaah haji nanti, BAZNAS dapat ikut terlibat agar kesadaran berzakat semakin meningkat," ujar H. Syafiddin. Sementara itu, Ketua BAZNAS Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alhitami, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas sambutan dan kepercayaan yang diberikan. "Saya sangat berterima kasih atas perhatian, dukungan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada BAZNAS Sampang. Kerja sama ini menjadi langkah penting agar pengelolaan zakat di Kabupaten Sampang semakin tertib, transparan, dan tepat sasaran," ungkap KH. Abd. Rouf Alhitami. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat di Kabupaten Sampang. (ido/suf)

26-10-2026 | Ainur Ridho

Tanpa Kenal Lelah, Pimpinan BAZNAS Sampang Turba Pasang Kotak Amal di Enam Titik Layanan Kesehatan
Tanpa Kenal Lelah, Pimpinan BAZNAS Sampang Turba Pasang Kotak Amal di Enam Titik Layanan Kesehatan
SAMPANG — Semangat pelayanan BAZNAS Kabupaten Sampang terus ditunjukkan jajaran pimpinannya. Tanpa mengenal lelah, mereka melakukan kunjungan langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk menempatkan kotak amal guna memudahkan masyarakat menyalurkan zakat dan infak. Kali ini, pendistribusian kotak amal dilakukan ke enam titik layanan kesehatan, meliputi Rumah Sakit Ketapang, Puskesmas Kedungdung, Puskesmas Robatal, Puskesmas Ketapang, Puskesmas Batulengir, dan Puskesmas Bringkoning. Penyerahan sekaligus penempatan kotak amal dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sampang, Moh. Hosni, S.Ag. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Sampang, Abd. Rozak, beserta staf BAZNAS Kabupaten Sampang. Dalam kesempatannya, Moh. Hosni menyampaikan bahwa penempatan kotak amal di tempat layanan kesehatan merupakan upaya agar masyarakat dapat dengan mudah menunaikan kewajiban zakat dan sedekah, sekaligus membudayakan berbagi di tengah aktivitas sehari-hari. "Semoga kehadiran kotak amal ini dapat memudahkan masyarakat untuk beramal, dan setiap rupiah yang terkumpul dapat kembali dimanfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama dalam bidang kesehatan," ujarnya. Pihak pengelola masing-masing fasilitas kesehatan menyambut baik langkah ini dan berkomitmen untuk ikut menjaga serta mengingatkan masyarakat agar menyalurkan amalnya melalui saluran yang terpercaya, yaitu BAZNAS. (ido/suf)

15-10-2026 | Gus Yusuf

BAZNAS Sampang Pasang Kotak Amal di Dua Puskesmas Wilayah Sampang
BAZNAS Sampang Pasang Kotak Amal di Dua Puskesmas Wilayah Sampang
SAMPANG – BAZNAS Kabupaten Sampang terus memperluas jangkauan pengumpulan dana zakat dan infak masyarakat dengan menempatkan kotak amal di dua unit Puskesmas, yaitu Puskesmas Omben dan Puskesmas Karang Penang. Penyerahan dan penempatan kotak amal tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Sampang, Moh. Hosni, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Sampang, Abd. Rozak, serta staf BAZNAS Sampang. Di Puskesmas Omben, kotak amal diterima oleh Kepala Tata Usaha, Nurul Komariyah. Sementara di Puskesmas Karang Penang, penyerahan diterima langsung oleh Kepala Puskesmas, dr. Fajar Ash Shiddiqi. Wakil Ketua I BAZNAS Sampang, Moh. Hosni, menyampaikan bahwa penempatan kotak amal ini bertujuan memudahkan masyarakat yang berobat untuk menyalurkan sebagian rezekinya. "Semoga kehadiran kotak amal ini menjadi jalan kebaikan, sekaligus membantu warga yang sedang berobat untuk ikut berkontribusi dalam berbagi dengan sesama yang membutuhkan," ujar Moh. Hosni. Pihak pengelola kedua Puskesmas menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk menjaga serta mengkoordinasikan pengumpulannya dengan BAZNAS Sampang secara rutin. (ido/suf)

12-10-2026 | Gus Yusuf

Berita Pendistribusian

Giat Evaluasi Program TP PKK Desa Moktesareh Baznas Ikut Mensukseskan
Giat Evaluasi Program TP PKK Desa Moktesareh Baznas Ikut Mensukseskan
SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu sesama melalui penyaluran bantuan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan agenda Evaluasi 10 Program Unggulan Tim Penggerak PKK di Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung. Kamis, (22/10/2026). Dalam suasana yang penuh kehangatan, bantuan berupa santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sampang, Ny. Evi Slamet Junaidi, didampingi oleh jajaran pengurus BAZNAS Sampang serta tokoh masyarakat setempat. Penyerahan bantuan ini menjadi salah satu momen penting dalam merangkul masyarakat rentan, sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS dan TP PKK dalam mendukung kesejahteraan sosial warga di tingkat desa. Ny Evi Slamet Junaidi menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi berkelanjutan dengan BAZNAS Sampang yang senantiasa hadir membantu masyarakat membutuhkan. Diharapkan bantuan yang disalurkan dapat memberikan kebahagiaan serta meringankan beban para penerima manfaat. Kehadiran bantuan tersebut menyulut rasa haru dan syukur dari warga sekitar Desa Moktesareh. Salah satu perwakilan warga menyampaikan ucapan terima kasih mendalam atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS maupun Pemerintah Kabupaten Sampang. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Sampang dan Pemerintah Kabupaten Sampang, khususnya Ibu Ketua TP PKK, atas kepeduliannya kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa di desa kami. Bantuan ini sangat berarti dan membawa kebahagiaan bagi warga," ungkap salah seorang warga penerima manfaat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Sampang berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata hingga ke pelosok desa. (ido/suf)
22/10/2026 | Ainur Ridho
Sinergi BAZNAS dan PKK Sampang Peduli Yatim dan Dhuafa Pangongsean
Sinergi BAZNAS dan PKK Sampang Peduli Yatim dan Dhuafa Pangongsean
SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang turut berkontribusi aktif dan Mensukseskan kegiatan Evaluasi 10 Program Unggulan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang berlangsung di Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. (21/10/2026). Dalam agenda tersebut, BAZNAS Kabupaten Sampang menyerahkan bantuan berupa santunan uang tunai serta paket sembako yang ditujukan bagi anak yatim dan kaum dhuafa di wilayah setempat. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sampang, Ibu Evi Slamet Junaidi, didampingi pengurus BAZNAS Sampang dan jajaran pengurus TP PKK setempat. Ketua TP PKK Kabupaten Sampang, Ny. Evi Slamet Junaidi, mengapresiasi sinergi dan perhatian yang ditunjukkan oleh BAZNAS Sampang. Menurutnya, kolaborasi antara TP PKK dan BAZNAS merupakan langkah nyata dalam membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung keberhasilan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di tingkat desa. "Bantuan ini sangat berarti bagi penerima manfaat. Kami berharap sinergi positif antara TP PKK dan BAZNAS Sampang dapat terus terjalin secara berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat," ujarnya di sela-sela kegiatan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang Drs. KH. Abd. Rouf Alhitami menyampaikan bahwa penyaluran santunan dan sembako ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengelola serta mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak (mustahik). Melalui momentum Evaluasi 10 Program Unggulan TP PKK ini, diharapkan kehadiran BAZNAS Sampang dapat memberikan dampak sosial yang nyata serta memperkuat rasa kepedulian antar sesama di Desa Pangongsean dan sekitarnya. (ido/suf)
21/10/2026 | Ainur Ridho
BAZNAS Sampang Salurkan Santunan dan Paket Sembako Yatim-Dhuafa di Pecanggaan
BAZNAS Sampang Salurkan Santunan dan Paket Sembako Yatim-Dhuafa di Pecanggaan
SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan Evaluasi 10 Program Unggulan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang berlangsung di Desa Pecanggaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Sampang menyalurkan bantuan berupa santunan uang tunai dan paket sembako yang ditujukan kepada anak-anak yatim serta kaum dhuafa di wilayah setempat. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sampang, Ny. Evi Slamet Junaidi, didampingi oleh jajaran pengurus TP PKK dan perwakilan BAZNAS Sampang di hadapan masyarakat dan para undangan yang hadir. Ketua TP PKK Kabupaten Sampang, Ny. Evi Slamet Junaidi, menyambut baik dan mengapresiasi sinergi serta perhatian BAZNAS Sampang yang terus konsisten peduli terhadap kesejahteraan warga kurang mampu di Kabupaten Sampang.  “ Kepedulian seperti ini sejalan dengan semangat 10 Program Pokok PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan masyarakat desa “ ungkapnya. Sinergi antara TP PKK dan BAZNAS Sampang ini diharapkan dapat terus berlanjut guna memperluas jangkauan bantuan sosial serta meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa di wilayah Kabupaten Sampang. (ido/suf)
21/10/2026 | Ainur Ridho

Artikel Terbaru

Makna dan Hikmah Kurban dalam Islam: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Makna dan Hikmah Kurban dalam Islam: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik. Bagi umat Muslim, ibadah ini bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan memiliki nilai spiritual yang sangat dalam. Makna kurban tidak hanya terletak pada darah dan daging yang dibagikan, tetapi juga pada keikhlasan, ketakwaan, dan kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam kehidupan modern saat ini, pemahaman tentang kurban sering kali terbatas pada aspek seremonial saja. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, makna kurban mengandung banyak pelajaran berharga yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, baik secara individu maupun sosial. Sejarah Singkat Ibadah Kurban Ibadah kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ketika Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, beliau menunjukkan ketaatan yang luar biasa. Nabi Ismail pun menerima perintah tersebut dengan penuh keikhlasan. Namun, sebelum penyembelihan terjadi, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa Allah tidak menghendaki pengorbanan manusia, melainkan ketaatan dan keikhlasan hati. Dari kisah ini, kita dapat memahami bahwa makna kurban sejatinya adalah tentang kesediaan untuk mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi menjalankan perintah Allah. Pengertian Kurban dalam Islam Secara bahasa, kurban berasal dari kata “qaruba” yang berarti dekat. Dalam konteks syariat, kurban adalah ibadah menyembelih hewan tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT pada waktu yang telah ditentukan. Dalam hal ini, makna kurban adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar aktivitas sosial atau tradisi tahunan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37) Ayat ini menegaskan bahwa esensi dari ibadah kurban terletak pada ketakwaan, bukan pada aspek fisik semata. Hikmah dan Makna Kurban dalam Kehidupan 1. Menumbuhkan Ketakwaan Salah satu hikmah utama dari ibadah kurban adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan kurban, seorang Muslim menunjukkan ketaatan dan kepatuhannya terhadap perintah Allah. Dalam konteks ini, makna kurban menjadi refleksi sejauh mana kita rela berkorban demi menjalankan ajaran agama. 2. Melatih Keikhlasan Kurban mengajarkan umat Islam untuk memberi tanpa mengharapkan imbalan. Hewan yang dikurbankan sering kali merupakan hasil dari usaha dan pengorbanan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, makna kurban juga berkaitan erat dengan keikhlasan dalam berbagi dan beribadah. 3. Menumbuhkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Hal ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, makna kurban tidak hanya bersifat individual, tetapi juga sosial. 4. Mengingatkan Akan Pengorbanan Nabi Ibrahim AS Setiap kali umat Islam melaksanakan kurban, mereka diingatkan pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ini menjadi pelajaran penting tentang ketaatan dan kepercayaan penuh kepada Allah. Dalam hal ini, makna kurban adalah simbol dari pengorbanan yang tulus dan keimanan yang kokoh. 5. Mengendalikan Sifat Ego dan Cinta Dunia Manusia cenderung mencintai harta benda. Dengan berkurban, seorang Muslim belajar untuk tidak terlalu terikat pada dunia. Oleh karena itu, makna kurban juga mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu dan lebih mengutamakan kehidupan akhirat. Kurban dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi Selain memiliki nilai spiritual, ibadah kurban juga memberikan dampak positif dalam aspek sosial dan ekonomi. Distribusi daging kurban membantu masyarakat kurang mampu untuk merasakan kebahagiaan di hari raya. Lebih dari itu, kegiatan kurban juga menggerakkan sektor peternakan dan perdagangan hewan. Hal ini menunjukkan bahwa makna kurban mencakup keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan manfaat bagi sesama manusia. Kesalahan Persepsi tentang Kurban Masih banyak masyarakat yang memahami kurban hanya sebagai kewajiban tahunan atau ajang gengsi. Ada pula yang menganggap bahwa semakin mahal hewan kurban, maka semakin tinggi nilai ibadahnya. Padahal, dalam Islam, yang dinilai adalah niat dan ketakwaan. Oleh karena itu, penting untuk meluruskan kembali pemahaman tentang makna kurban agar tidak menyimpang dari ajaran yang sebenarnya. Cara Menghayati Makna Kurban Secara Lebih Mendalam Agar ibadah kurban tidak hanya menjadi rutinitas, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghayati makna kurban secara lebih mendalam: Memahami tujuan ibadah kurban melalui kajian dan pembelajaran agama. Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Memilih hewan kurban dengan baik sesuai syariat, bukan sekadar prestise. Terlibat langsung dalam proses distribusi, agar merasakan kebahagiaan berbagi. Merenungkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagai inspirasi dalam kehidupan. Relevansi Kurban di Era Modern Di tengah kehidupan yang serba cepat dan materialistik, nilai-nilai dalam kurban menjadi semakin penting. Banyak orang terjebak dalam kesibukan dunia hingga melupakan aspek spiritual. Dalam konteks ini, makna kurban menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta, melainkan pada kedekatan dengan Allah dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai umat Islam, memahami dan mengamalkan ibadah kurban dengan benar adalah suatu keharusan. Lebih dari sekadar menyembelih hewan, kurban adalah simbol ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Pada akhirnya, makna kurban mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik—lebih taat kepada Allah, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih mampu mengendalikan diri dari kecintaan berlebihan terhadap dunia. Dengan memahami esensi ini, diharapkan ibadah kurban yang kita lakukan tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
28/04/2026 | Admin
Panduan Lengkap Ibadah Kurban: Syarat, Waktu, dan Tata Cara yang Benar
Panduan Lengkap Ibadah Kurban: Syarat, Waktu, dan Tata Cara yang Benar
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Ibadah ini bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi memiliki makna spiritual yang dalam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, umat Islam perlu memahami tata cara kurban yang benar agar ibadah ini sah dan bernilai pahala. Kurban juga menjadi simbol pengorbanan dan keikhlasan, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui syarat, waktu, serta tata cara kurban sesuai tuntunan syariat. Pengertian Ibadah Kurban Secara bahasa, kurban berasal dari kata "qaruba" yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah syariat, kurban adalah menyembelih hewan tertentu pada waktu tertentu dengan niat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi yang mampu, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW. Hukum dan Dalil Ibadah Kurban Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2) Selain itu, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi) Dalil-dalil ini menunjukkan betapa pentingnya memahami dan menjalankan tata cara kurban dengan benar. Syarat Sah Ibadah Kurban Agar ibadah kurban diterima, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi: 1. Beragama Islam Kurban hanya sah dilakukan oleh seorang muslim. 2. Mampu Secara Finansial Orang yang berkurban harus memiliki kemampuan ekonomi tanpa memberatkan dirinya. 3. Hewan Kurban Memenuhi Syarat Hewan yang digunakan harus: Sehat dan tidak cacat Cukup umur: Kambing: minimal 1 tahun Sapi: minimal 2 tahun Unta: minimal 5 tahun 4. Waktu Penyembelihan Tepat Penyembelihan harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan dalam syariat. Memenuhi syarat ini adalah bagian penting dari tata cara kurban yang tidak boleh diabaikan. Waktu Pelaksanaan Kurban Waktu penyembelihan dimulai setelah shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menyembelih sebelum shalat, maka itu hanyalah daging biasa (bukan kurban).” (HR. Bukhari dan Muslim) Dengan demikian, memahami waktu adalah bagian penting dari tata cara kurban yang benar. Jenis Hewan yang Diperbolehkan Dalam Islam, hanya beberapa jenis hewan yang sah untuk kurban, yaitu: Kambing atau domba (untuk 1 orang) Sapi (untuk 7 orang) Unta (untuk 7 orang) Pemilihan hewan yang tepat merupakan bagian dari tata cara kurban yang sesuai syariat. Tata Cara Kurban yang Benar Sesuai Sunnah Berikut langkah-langkah tata cara kurban yang benar: 1. Niat yang Ikhlas Segala ibadah harus diawali dengan niat karena Allah SWT. 2. Tidak Memotong Rambut dan Kuku (bagi yang berkurban) Sejak awal Dzulhijjah hingga hewan disembelih, disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku. 3. Menyembelih Setelah Shalat Id Penyembelihan dilakukan setelah shalat Idul Adha. 4. Menghadapkan Hewan ke Kiblat Hewan dibaringkan dengan posisi menghadap kiblat. 5. Membaca Basmalah dan Takbir Saat menyembelih, membaca: “Bismillah, Allahu Akbar” 6. Menggunakan Pisau yang Tajam Agar hewan tidak tersiksa. 7. Memotong Saluran yang Tepat Memotong: Saluran pernapasan (trakea) Saluran makanan (esofagus) Dua pembuluh darah 8. Tidak Menyiksa Hewan Islam sangat menekankan kasih sayang terhadap hewan. 9. Pembagian Daging Kurban Daging dibagi menjadi: 1/3 untuk diri sendiri 1/3 untuk kerabat 1/3 untuk fakir miskin Keseluruhan langkah ini merupakan inti dari tata cara kurban yang sesuai sunnah Rasulullah SAW. Hikmah Ibadah Kurban Ibadah kurban memiliki banyak hikmah, antara lain: 1. Mendekatkan Diri kepada Allah Melalui pengorbanan harta. 2. Menumbuhkan Keikhlasan Meneladani Nabi Ibrahim AS. 3. Meningkatkan Kepedulian Sosial Berbagi kepada sesama. 4. Menghapus Dosa Sebagai bentuk ketaatan dan ibadah. Memahami hikmah ini akan membuat pelaksanaan tata cara kurban menjadi lebih bermakna. Kesalahan Umum dalam Pelaksanaan Kurban Beberapa kesalahan yang sering terjadi: Menyembelih sebelum shalat Id Hewan tidak memenuhi syarat Tidak membaca basmalah Pembagian daging tidak merata Menghindari kesalahan ini penting agar tata cara kurban tetap sesuai dengan syariat. Tips Memilih Hewan Kurban Berkualitas Agar ibadah lebih sempurna: Pilih hewan yang sehat dan aktif Tidak kurus Tidak cacat Bulu bersih dan mengkilap Memilih hewan terbaik juga bagian dari penyempurnaan tata cara kurban. Menjalankan Tata Cara Kurban dengan Kesadaran dan Keikhlasan Ibadah kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi bentuk nyata ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Dengan memahami syarat, waktu, dan tata cara kurban secara benar, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Semoga setiap tetesan darah hewan kurban menjadi saksi keimanan kita dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari jadikan momen Idul Adha sebagai sarana memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperbaiki kualitas ibadah kita.
28/04/2026 | Admin
Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen paling istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada hari ini, umat Islam memperingati kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh keikhlasan bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dari peristiwa inilah lahir ibadah kurban yang terus dilaksanakan hingga saat ini. Dalam konteks kehidupan modern, memahami keutamaan kurban menjadi sangat penting agar ibadah ini tidak sekadar ritual tahunan, tetapi juga memiliki dampak spiritual dan sosial yang mendalam. Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga simbol pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang keutamaan kurban, hikmah di baliknya, serta tips memilih hewan kurban terbaik sesuai syariat Islam. Pengertian Kurban dalam Islam Secara bahasa, kurban berasal dari kata qaruba yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah syariat, kurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak tertentu pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi umat Islam yang mampu. Bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa kurban bisa menjadi wajib bagi yang memiliki kelapangan rezeki. Dalil tentang Keutamaan Kurban Banyak dalil dalam Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan keutamaan kurban, di antaranya: 1. Perintah Langsung dari Allah SWT Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Ayat ini menunjukkan bahwa kurban merupakan ibadah yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. 2. Amalan yang Paling Dicintai Allah di Hari Nahr Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi) Hadits ini menegaskan betapa besar keutamaan kurban dibandingkan amalan lainnya di hari tersebut. 3. Mendapat Pahala Berlipat Ganda Dalam riwayat lain disebutkan bahwa setiap helai bulu hewan kurban akan menjadi pahala bagi orang yang berkurban. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang menjalankan ibadah ini. Hikmah dan Keutamaan Kurban dalam Kehidupan 1. Meningkatkan Ketakwaan Allah SWT menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan kita. Dengan demikian, keutamaan kurban terletak pada niat dan keikhlasan. 2. Meneladani Nabi Ibrahim AS Kurban mengajarkan kita untuk meneladani keimanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi Allah. 3. Mempererat Solidaritas Sosial Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar, sehingga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan rasa kepedulian sosial. 4. Menghapus Dosa Sebagian ulama menyebutkan bahwa ibadah kurban dapat menjadi sarana penghapus dosa bagi pelakunya, terutama jika dilakukan dengan penuh keikhlasan. 5. Mendekatkan Diri kepada Allah Seperti makna dasarnya, keutamaan kurban adalah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui pengorbanan harta. Jenis Hewan yang Sah untuk Kurban Dalam Islam, tidak semua hewan bisa dijadikan kurban. Hewan yang diperbolehkan antara lain: Kambing atau domba (untuk satu orang) Sapi atau kerbau (untuk maksimal tujuh orang) Unta (untuk maksimal tujuh orang) Hewan tersebut harus memenuhi syarat tertentu seperti cukup umur, sehat, dan tidak cacat. Tips Memilih Hewan Kurban Terbaik Agar ibadah kurban lebih sempurna, penting untuk memilih hewan yang berkualitas. Berikut beberapa tipsnya: 1. Pastikan Hewan Sehat Pilih hewan yang aktif, tidak lesu, dan memiliki nafsu makan yang baik. Hindari hewan yang sakit atau menunjukkan tanda-tanda penyakit. 2. Tidak Memiliki Cacat Hewan kurban tidak boleh cacat seperti buta, pincang, atau sangat kurus. Hal ini sesuai dengan syarat sah kurban dalam Islam. 3. Cukup Umur Pastikan hewan telah mencapai usia minimal: Kambing: 1 tahun Sapi: 2 tahun Unta: 5 tahun 4. Pilih yang Gemuk dan Berkualitas Hewan yang gemuk dan sehat menunjukkan kualitas yang baik. Ini juga mencerminkan kesungguhan kita dalam menjalankan ibadah. 5. Beli dari Penjual Terpercaya Pastikan membeli hewan kurban dari peternak atau penjual yang terpercaya agar kualitasnya terjamin. Waktu Pelaksanaan Kurban Penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah shalat Idul Adha hingga akhir hari tasyrik. Jika dilakukan sebelum shalat Id, maka tidak dianggap sebagai kurban, melainkan hanya sedekah biasa. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Berkurban Beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari: Menunda niat hingga akhir waktu Memilih hewan yang tidak memenuhi syarat Tidak memahami tata cara penyembelihan yang benar Kurang memperhatikan distribusi daging Memahami hal ini penting agar keutamaan kurban benar-benar dapat diraih secara maksimal. Meraih Keutamaan Kurban dengan Ikhlas dan Tepat Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa keutamaan kurban tidak hanya terletak pada aspek ibadah semata, tetapi juga pada nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. Kurban adalah bentuk nyata dari keimanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui ibadah ini, umat Islam diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan keutamaan kurban, serta melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk menjalankan ibadah kurban dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
28/04/2026 | Admin