WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Sampang Kolaborasi dengan Pemkab dalam Agenda Pembinaan PKK di Kecamatan Sreseh
BAZNAS Sampang Kolaborasi dengan Pemkab dalam Agenda Pembinaan PKK di Kecamatan Sreseh
SRESEH – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kesejahteraan sosial pemerintah daerah. Kali ini, BAZNAS berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam agenda Pembinaan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten kepada TP PKK Kecamatan Sereseh yang digelar pada hari ini Kamis, (07/05). Kehadiran BAZNAS dalam acara tersebut bukan sekadar pendampingan, melainkan membawa misi kemanusiaan melalui pendistribusian bantuan bagi warga yang membutuhkan, khususnya anak yatim di wilayah setempat. Dalam rangkaian acara pembinaan tersebut, kontribusi nyata BAZNAS diwujudkan melalui pemberian santunan berupa uang tunai dan paket sembako. Bantuan ini diserahkan secara simbolis langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sampang, Ibu Evi Slamet Junaidi, kepada sejumlah anak yatim. Kolaborasi ini adalah bentuk kehadiran negara dan lembaga zakat di tengah masyarakat. Kami berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban dan membawa kebahagiaan bagi anak-anak kita di Sereseh. Pihak BAZNAS Sampang menyatakan bahwa keterlibatan mereka dalam agenda PKK ini merupakan bagian dari upaya jemput bola untuk memastikan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tepat sasaran. Melalui sinergi dengan TP PKK yang memiliki jaringan hingga ke tingkat desa, BAZNAS optimis pemetaan mustahik (penerima manfaat) akan jauh lebih akurat. Paket sembako yang diberikan berisi bahan pangan pokok yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian para penerima. Kegiatan pembinaan yang dibalut dengan aksi sosial ini mendapat apresiasi positif dari tokoh masyarakat Sereseh. Kehadiran Ibu Bupati yang turun langsung memberikan bantuan menciptakan suasana kehangatan dan kedekatan antara pemerintah, lembaga zakat, dan rakyatnya. Dengan adanya kolaborasi berkelanjutan antara BAZNAS Sampang dan Pemerintah Kabupaten, diharapkan angka kemiskinan ekstrem dapat terus ditekan dan kesejahteraan sosial bagi anak yatim serta kaum dhuafa di Kabupaten Sampang semakin terjamin.
07/05/2026 | Ainur Ridho
Menuju Tata Kelola Profesional, BAZNAS Sampang Evaluasi Besar-Besaran Kinerja Persone
Menuju Tata Kelola Profesional, BAZNAS Sampang Evaluasi Besar-Besaran Kinerja Persone
SAMPANG – Memasuki bulan Mei, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menggelar rapat evaluasi menyeluruh untuk memperkuat performa lembaga. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Al Hitami, ini berfokus pada penataan struktur pimpinan, staf, hingga relawan demi pelayanan yang lebih maksimal kepada umat. Rabu, (06/05). Pertemuan rutin ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Sampang untuk melihat kembali efektivitas kerja tim selama semester pertama tahun berjalan. Dalam arahannya, KH. Abd. Rouf Al Hitami menekankan pentingnya sinergi antar lini di internal BAZNAS. Evaluasi dilakukan secara mendalam mulai dari tingkatan Pimpinan Per Bidang, Staf Operasional, hingga para Relawan yang bertugas di lapangan. Evaluasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya kita untuk memastikan bahwa setiap posisi diisi oleh personel yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi. Kita ingin struktur BAZNAS Sampang semakin solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan adanya evaluasi struktur pimpinan dan personel ini, BAZNAS Sampang diharapkan dapat bergerak lebih lincah dalam menghimpun serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Perubahan dan perbaikan struktur adalah hal yang lumrah dalam organisasi demi mencapai hasil yang lebih baik. Kami ingin memastikan amanah para muzakki di Kabupaten Sampang dikelola oleh tim yang benar-benar profesional dan penuh dedikasi, Dauh Beliau KH. Abd. Rouf Al Hitami. Rapat yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan BAZNAS Sampang, staf kantor, serta perwakilan koordinator relawan.
06/05/2026 | Ainur Ridho
Bimbing Langsung Simulasi Evakuasi, Ketua BTB Sampang Moh. Faris Bekali Siswa Ilmu Mitigasi
Bimbing Langsung Simulasi Evakuasi, Ketua BTB Sampang Moh. Faris Bekali Siswa Ilmu Mitigasi
PANGARENGAN – Upaya mitigasi bencana di lingkungan pendidikan terus diperkuat oleh BAZNAS Kabupaten Sampang. Melalui unit operasionalnya, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Kebencanaan serta Simulasi Evakuasi Mandiri sukses digelar di SMK Islam Siti Khodijah, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Rabu, (06/05). Istimewanya, kegiatan ini dibimbing dan dipantau langsung oleh Ketua BTB Kabupaten Sampang, Moh. Faris Chahya Abdullah Fajar, S.Sos. Kehadiran beliau bertujuan untuk memastikan materi kesiapsiagaan tersampaikan dengan standar evakuasi yang tepat kepada para siswa dan guru. Dalam arahannya, Moh. Faris Chahya Abdullah Fajar menekankan pentingnya respons cepat dan tenang saat terjadi situasi darurat. Menurutnya, sekolah dan madrasah harus menjadi area yang paling siap dalam menghadapi potensi bencana. Kami hadir bukan hanya untuk memberi teori, tapi memastikan setiap individu di sekolah ini tahu ke mana harus berlari dan apa yang harus dilakukan secara mandiri saat sirine tanda bahaya berbunyi. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Gulbung ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sampang dalam membangun Kampung dan Sekolah Tangguh Bencana. Dengan keterlibatan aktif BTB, diharapkan SMK Islam Siti Khodijah dapat menjadi pelopor keselamatan bagi lingkungan sekitar. Pihak yayasan dan sekolah menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Ketua BTB Sampang. Pelatihan ini dinilai sangat krusial, mengingat lokasi geografis Kabupaten Sampang yang membutuhkan kewaspadaan ekstra terhadap berbagai potensi bencana alam.
06/05/2026 | Ainur Ridho

Agenda Pimpinan

Menekan kemiskinan, BAZNAS Sampang Bareng Bakorwil IV Pamekasan Terjang Laut Menuju Pulau Mandangin
Menekan kemiskinan, BAZNAS Sampang Bareng Bakorwil IV Pamekasan Terjang Laut Menuju Pulau Mandangin
SAMPANG – Semangat kolaborasi lintas sektor dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan masalah kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang. Kali ini, BAZNAS Sampang bersinergi dengan Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan IV (BAKORWIL) Pamekasan serta berbagai instansi terkait melakukan aksi nyata dengan mengunjungi Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang. Rabu, (11/02). Perjalanan menuju pulau padat penduduk tersebut tidak menyurutkan semangat tim. Menggunakan transportasi laut, rombongan lintas sektor ini rela menyeberangi perairan demi menjalankan misi kemanusiaan: penanganan kemiskinan melalui penurunan angka stunting dan pencegahan pernikahan dini di wilayah kepulauan. Sinergi untuk Masa Depan Mandangin Kepala Bakorwil IV Pamekasan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten dalam menekan angka kemiskinan dari akar masalahnya. "Stunting dan pernikahan dini adalah dua tantangan besar yang saling berkaitan dengan kemiskinan. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Sinergi dengan BAZNAS dan instansi terkait sangat penting untuk memberikan intervensi langsung di lapangan," ujarnya sebelum pemberangkatan. Peran BAZNAS dalam Intervensi Gizi BAZNAS Sampang hadir sebagai pilar penting dalam penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS akan fokus pada pemberian bantuan tambahan gizi bagi balita terindikasi stunting serta sosialisasi ekonomi produktif kepada keluarga pra-sejahtera. Pimpinan BAZNAS Sampang menyampaikan bahwa Pulau Mandangin menjadi prioritas karena tantangan geografisnya. "Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa masyarakat kepulauan mendapatkan perhatian yang sama. Bahwa sinergi ini merupakan bantuan yang menurunkan beban masyarakat, terutama dalam urusan pemenuhan gizi anak," tegasnya. Edukasi Pernikahan Dini Selain masalah kesehatan fisik, tim gabungan juga memberikan edukasi mendalam mengenai dampak negatif pernikahan dini dari sudut pandang sosial, ekonomi, dan kesehatan reproduksi. Sosialisasi ini diharapkan mampu membuka cakrawala masyarakat Mandangin bahwa kesiapan mental dan ekonomi sebelum menikah adalah kunci untuk melahirkan generasi yang berkualitas.(w/k).

11-02-2026 | Admin Wildan

Optimalkan Kinerja, BAZNAS Sampang Gelar Rapat Evaluasi Bulanan di Awal Februari
Optimalkan Kinerja, BAZNAS Sampang Gelar Rapat Evaluasi Bulanan di Awal Februari
SAMPANG – Memasuki awal bulan Februari, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menggelar rapat evaluasi bulanan yang berlangsung di kantor sekretariat BAZNAS setempat. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi lembaga pengelola zakat tersebut untuk meninjau kembali capaian program kerja yang telah berjalan selama bulan sebelumnya sekaligus memantapkan koordinasi untuk agenda-agenda mendatang. (05/02). Rapat tersebut dihadiri secara lengkap oleh seluruh jajaran Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sampang, staf pelaksana, hingga para relawan. Kehadiran seluruh elemen ini dimaksudkan agar proses evaluasi berjalan secara komprehensif, mulai dari urusan manajerial di tingkat pimpinan hingga kendala teknis yang dihadapi oleh para relawan saat menyalurkan bantuan kepada masyarakat di berbagai wilayah. Dalam jalannya rapat, masing-masing bidang memaparkan laporan kinerja terkait penghimpunan serta pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Fokus utama pembahasan meliputi persiapan agenda kegiatan di bulan Ramadhan 1447 H, efektivitas penyaluran bantuan tepat sasaran dan penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sampang. Evaluasi ini dilakukan secara detail untuk memastikan bahwa setiap amanah dari para muzakki telah dikelola secara transparan dan profesional. Ketua BAZNAS Sampang, Drs. Abd. Rouf Alhitamy, menekankan pentingnya disiplin dan semangat inovasi bagi seluruh staf dan relawan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui rapat koordinasi di awal bulan Februari ini, BAZNAS Sampang berharap dapat meningkatkan performa kerja serta mempercepat respons terhadap laporan-laporan kemanusiaan yang membutuhkan penanganan segera, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. (w/k).

05-02-2026 | Admin Wildan

Perluas Jangkauan ZIS, BAZNAS Sampang Jalin Silaturahmi Strategis dengan BCA Cabang Sampang
Perluas Jangkauan ZIS, BAZNAS Sampang Jalin Silaturahmi Strategis dengan BCA Cabang Sampang
SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang terus berupaya memperkuat ekosistem zakat melalui kolaborasi strategis dengan berbagai sektor. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi ke kantor Bank Central Asia (BCA) Cabang Sampang. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Sampang, Drs. Abd. Rouf Alhitamy, didampingi jajaran staf pelaksana, dan disambut secara resmi oleh Kepala Cabang BCA Sampang di ruang kerjanya. Senin,(02/02) Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Drs. Abd. Rouf Alhitamy menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk membangun sinergi dalam memperluas jangkauan layanan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) di wilayah Sampang. Beliau menekankan pentingnya integrasi antara lembaga pengelola zakat dengan lembaga keuangan formal seperti BCA guna memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya para nasabah perbankan, dalam menunaikan kewajiban sosial keagamaan mereka secara lebih efisien dan modern. Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang BCA Sampang menyambut positif inisiatif yang ditawarkan oleh BAZNAS. Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama, termasuk optimalisasi kanal pembayaran digital dan edukasi bersama mengenai program-program kemanusiaan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah penghimpunan dana ZIS, tetapi juga memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat di Kabupaten Sampang melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. (a/y)

02-02-2026 | Admin Wildan

Berita Pendistribusian

Wujud Nyata Zakat Anda, BAZNAS Sampang Ringankan Beban Warga di Dua Kecamatan
Wujud Nyata Zakat Anda, BAZNAS Sampang Ringankan Beban Warga di Dua Kecamatan
SAMPANG – Semangat kepedulian sosial terus dipacu oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang. Berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sampang, BAZNAS menyalurkan bantuan kepada fakir dan dhuafa di dua wilayah sekaligus, yakni Kecamatan Camplong pada Senin, (04/05). dan Kecamatan Omben, pada Selasa, (05/05). Hadir memimpin langsung penyaluran tersebut, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sampang, Ibu Wakil Bupati Nyai Hj. Sariroh Mahfudz. Kehadiran beliau didampingi oleh pimpinan BAZNAS Sampang untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh mereka yang paling membutuhkan. Nyai Hj. Sariroh Mahfudz dalam arahannya menyampaikan bahwa sinergi antara PKK dan BAZNAS adalah bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memeluk masyarakat kecil. Beliau berharap bantuan ini dapat memberikan secercah kebahagiaan dan meringankan beban hidup para penerima manfaat. Kelancaran program ini tidak lepas dari peran para pahlawan kemanusiaan, yakni para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. BAZNAS Sampang secara khusus menyampaikan terima kasih yang mendalam. Kami haturkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para muzaki yang telah menunaikan sebagian hartanya melalui BAZNAS Kabupaten Sampang. Setiap rupiah yang Anda titipkan kini telah berwujud senyuman bagi warga kita di Camplong dan Omben. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Kegiatan lintas kecamatan ini menegaskan komitmen BAZNAS Sampang dalam mengelola dana umat secara transparan dan produktif. Dengan menggandeng TP PKK, jangkauan distribusi bantuan diharapkan semakin luas dan tepat sasaran, menyisir hingga pelosok desa di Kabupaten Sampang.
06/05/2026 | Ainur Ridho
Gandeng TP PKK, BAZNAS Sampang Pastikan Bantuan Sembako Tepat Sasaran di Karang
Gandeng TP PKK, BAZNAS Sampang Pastikan Bantuan Sembako Tepat Sasaran di Karang
KARANG PENANG – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang. Berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sampang, BAZNAS menyambangi Kecamatan Karang Penang untuk menyalurkan bantuan langsung kepada warga fakir dan dhuafa pada Selasa, (05/05). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kemanusiaan yang terintegrasi dengan agenda pembinaan wilayah, guna memastikan kehadiran pemerintah dan lembaga sosial di tengah masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran dilakukan secara simbolis dan melalui pendekatan door-to-door bersama pengurus TP PKK, sehingga bantuan benar-benar sampai ke tangan mereka yang berhak (mustahik). Pihak BAZNAS Sampang menegaskan bahwa setiap rupiah yang disalurkan merupakan buah dari kedermawanan para muzaki. Pimpinan BAZNAS Sampang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan masyarakat. Kami haturkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para muzaki yang telah menunaikan sebagian hartanya melalui BAZNAS Kabupaten Sampang. Melalui zakat, infak, dan sedekah Bapak/Ibu sekalian, saudara-saudara kita di Karang Penang hari ini dapat terbantu. Sinergi antara BAZNAS dan TP PKK ini diharapkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga sebagai pemantik semangat gotong royong di Kabupaten Sampang. Dengan pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran, BAZNAS berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara si kaya dan si miskin demi mewujudkan Sampang yang lebih sejahtera.
05/05/2026 | Ainur Ridho
BAZNAS Sampang x TP PKK: Aksi Sosial Penyaluran Bantuan untuk Dhuafa Banyuates
BAZNAS Sampang x TP PKK: Aksi Sosial Penyaluran Bantuan untuk Dhuafa Banyuates
BANYUATES – Komitmen untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat bawah terus digelorakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang. Bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sampang, BAZNAS kembali turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada kaum fakir dan dhuafa di wilayah Kecamatan Banyuates. Senin, (04/05). Sinergi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam memetakan dan membantu warga yang membutuhkan secara langsung dan tepat sasaran. Kehadiran jajaran TP PKK Kabupaten Sampang dalam penyaluran ini memberikan dukungan moral yang luar biasa bagi para penerima manfaat. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga fakir dan dhuafa, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. BAZNAS Sampang menegaskan bahwa kolaborasi dengan PKK sangat efektif karena organisasi ini memiliki jaringan hingga ke tingkat dasawisma, sehingga distribusi bantuan dapat menyentuh masyarakat yang benar-benar layak menerima. Keberhasilan penyaluran bantuan ini tidak lepas dari peran penting para muzaki (pembayar zakat). BAZNAS Sampang menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan para dermawan yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk dikelola oleh BAZNAS. Zakat yang ditunaikan bukan hanya sekadar kewajiban agama, namun menjadi instrumen nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan mempererat tali persaudaraan di Kabupaten Sampang. Dengan penyaluran yang dilakukan secara transparan dan rutin seperti ini, BAZNAS Sampang mengajak seluruh masyarakat dan ASN di lingkungan Pemkab Sampang untuk terus konsisten berzakat melalui lembaga resmi. Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula jangkauan manfaat yang bisa diberikan untuk mewujudkan Sampang yang hebat dan bermartabat.
04/05/2026 | Ainur Ridho

Artikel Terbaru

Tata Cara dan Niat Shalat Idul Adha
Tata Cara dan Niat Shalat Idul Adha
Shalat Idul Adha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi umat Islam yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Ibadah ini menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan hari besar umat Islam yang juga identik dengan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dari sudut pandang seorang muslim, Shalat Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen spiritual yang sarat makna. Ia mengingatkan kita pada kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS. Nilai utama yang dapat diambil adalah keikhlasan, kepatuhan, serta ketundukan total kepada perintah Allah SWT. Selain itu, pelaksanaan Shalat Idul Adha secara berjamaah juga memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Umat Islam berkumpul di lapangan atau masjid untuk melaksanakan shalat bersama, mendengarkan khutbah, serta saling mendoakan. Hukum dan Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Adha Hukum Shalat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, baik bagi laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan sekalipun. Waktu pelaksanaan Shalat Idul Adha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak (sekitar 15–20 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Namun, disunnahkan untuk melaksanakannya lebih awal dibandingkan shalat Idul Fitri agar memberi kesempatan lebih luas bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban setelahnya. Niat Shalat Idul Adha Dalam melaksanakan Shalat Idul Adha, niat merupakan bagian penting yang harus ada di dalam hati. Berikut bacaan niatnya: Sebagai makmum: "Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala" Sebagai imam: "Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini imaman lillahi ta'ala" Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala." Tata Cara Shalat Idul Adha Pelaksanaan Shalat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir. Berikut langkah-langkahnya: Rakaat Pertama Niat di dalam hati. Takbiratul ihram (Allahu Akbar). Membaca doa iftitah. Takbir sebanyak 7 kali (tidak termasuk takbiratul ihram). Di antara takbir, disunnahkan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil. Membaca surat Al-Fatihah. Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-A’la. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti biasa. Rakaat Kedua Berdiri kembali. Takbir sebanyak 5 kali. Di antara takbir membaca dzikir seperti pada rakaat pertama. Membaca Al-Fatihah. Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-Ghasyiyah. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Tasyahud akhir dan salam. Setelah selesai Shalat Idul Adha, dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh khatib. Khutbah Setelah Shalat Idul Adha Khutbah dalam Shalat Idul Adha hukumnya sunnah, berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya wajib. Khutbah biasanya terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak. Isi khutbah umumnya meliputi: Takwa kepada Allah SWT Penjelasan tentang makna Idul Adha Anjuran berkurban Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Doa untuk umat Islam Mendengarkan khutbah hingga selesai sangat dianjurkan karena mengandung banyak nasihat dan pelajaran. Sunnah-Sunnah dalam Shalat Idul Adha Agar pelaksanaan Shalat Idul Adha semakin sempurna, ada beberapa sunnah yang dianjurkan, antara lain: Mandi sebelum berangkat shalat. Memakai pakaian terbaik. Menggunakan wewangian. Berjalan kaki menuju tempat shalat jika memungkinkan. Mengumandangkan takbir sejak malam Idul Adha hingga hari tasyrik. Tidak makan sebelum shalat (berbeda dengan Idul Fitri). Melewati jalan yang berbeda saat pergi dan pulang. Sunnah-sunnah ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keindahan, kebersihan, dan semangat kebersamaan dalam beribadah. Hikmah dan Makna Shalat Idul Adha Di balik pelaksanaan Shalat Idul Adha, terdapat berbagai hikmah yang sangat dalam bagi kehidupan seorang muslim. Pertama, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan ibadah ini, seorang muslim menunjukkan kepatuhan dan kecintaannya kepada Sang Pencipta. Kedua, menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Hal ini sangat erat kaitannya dengan ibadah kurban yang dilakukan setelah Shalat Idul Adha. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar. Ketiga, mempererat tali silaturahmi. Momen berkumpul saat Shalat Idul Adha menciptakan kebersamaan dan memperkuat hubungan antar sesama muslim. Keempat, mengingatkan tentang pentingnya pengorbanan dalam hidup. Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan bahwa keimanan harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Shalat Idul Adha Dalam praktiknya, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi saat Shalat Idul Adha, di antaranya: Tidak mengikuti jumlah takbir dengan benar. Datang terlambat sehingga tertinggal shalat berjamaah. Tidak mendengarkan khutbah. Menganggap shalat ini tidak penting karena hukumnya sunnah. Padahal, meskipun sunnah, Shalat Idul Adha memiliki nilai pahala yang besar dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Sebagai umat Islam, memahami dan melaksanakan Shalat Idul Adha dengan benar merupakan bagian dari bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. Ibadah ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Melalui Shalat Idul Adha, kita diajak untuk merenungkan makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketundukan kepada Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan.
28/04/2026 | Admin
Tujuan Berkurban Adalah Bentuk Ketaatan, Ini Hikmah Lengkapnya
Tujuan Berkurban Adalah Bentuk Ketaatan, Ini Hikmah Lengkapnya
Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang sangat mulia dalam Islam. Ibadah ini tidak hanya melibatkan penyembelihan hewan, tetapi juga mengandung makna spiritual yang dalam. Bagi umat Islam, memahami tujuan berkurban adalah bagian dari menanamkan nilai-nilai keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian sosial. Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam mengenai makna dan hikmah dari berkurban, agar ibadah kita semakin bermakna. 1. Tujuan Berkurban Adalah Menunjukkan Ketaatan Kepada Allah Salah satu hikmah utama dari ibadah kurban adalah sebagai wujud ketaatan kepada perintah Allah. Dalam kisah Nabi Ibrahim AS, kita melihat bagaimana beliau diperintahkan untuk menyembelih putranya sebagai bentuk ketaatan mutlak. Dari situ, kita memahami bahwa tujuan berkurban adalah menaati Allah tanpa ragu. Ketaatan yang ditunjukkan melalui kurban tidak semata pada tindakan menyembelih hewan, tetapi lebih dalam dari itu, yaitu ketundukan hati kepada perintah Ilahi. Oleh karena itu, memahami bahwa tujuan berkurban adalah bentuk ketaatan akan menuntun kita pada penghayatan ibadah yang lebih dalam. Kisah tersebut menjadi simbol betapa besar keimanan dan ketundukan seorang hamba kepada Rabb-nya. Maka, setiap Muslim yang berkurban seyogianya menyadari bahwa tujuan berkurban adalah untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Sang Pencipta. Ketika kita melaksanakan kurban dengan kesadaran penuh bahwa tujuan berkurban adalah untuk menaati Allah, maka nilai ibadah ini akan lebih terasa dan berbuah kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, tidak cukup hanya menyembelih hewan semata, tetapi harus disertai niat yang benar bahwa tujuan berkurban adalah mengamalkan syariat dan mencari ridha Allah SWT. 2. Tujuan Berkurban Adalah Melatih Keikhlasan dan Pengorbanan Ibadah kurban merupakan latihan spiritual yang mengajarkan keikhlasan. Menyisihkan sebagian harta untuk membeli hewan kurban tidak mudah, apalagi bagi mereka yang pendapatannya terbatas. Namun, di situlah letak ujian dan pahala, karena tujuan berkurban adalah mengajarkan kita arti dari pengorbanan. Dalam pelaksanaannya, kurban juga menuntut kita untuk mengikhlaskan harta yang kita cintai. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 37 bahwa daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan kita. Maka dari itu, tujuan berkurban adalah untuk mempersembahkan hati yang ikhlas dan penuh ketundukan. Keikhlasan dalam kurban juga terlihat dari niat yang lurus. Tidak mencari pujian atau pengakuan dari manusia, melainkan semata-mata karena Allah. Ketika kita sadar bahwa tujuan berkurban adalah untuk menunjukkan keikhlasan kepada Allah, maka ibadah ini menjadi lebih murni. Pengorbanan yang kita lakukan dalam kurban adalah simbol dari kesiapan untuk melepaskan hal-hal duniawi demi meraih rida Allah. Maka, tujuan berkurban adalah untuk melatih hati agar tidak terikat pada dunia, melainkan selalu tertambat kepada akhirat. Dengan melatih keikhlasan dan pengorbanan ini, kurban menjadi sarana penyucian diri. Karena itulah, tujuan berkurban adalah tidak sekadar ritual tahunan, tetapi refleksi dari kematangan iman. 3. Tujuan Berkurban Adalah Mempererat Tali Persaudaraan Dalam pelaksanaannya, kurban juga membawa dampak sosial yang luar biasa. Pembagian daging kurban kepada fakir miskin dan tetangga merupakan bentuk nyata dari solidaritas umat. Dengan demikian, tujuan berkurban adalah mempererat hubungan antarsesama Muslim. Kurban menjadi momen di mana kaum yang mampu berbagi dengan mereka yang kekurangan. Ini menumbuhkan empati dan kasih sayang dalam masyarakat. Ketika kita memahami bahwa tujuan berkurban adalah menciptakan kesetaraan dan kebahagiaan, maka kita akan lebih semangat untuk berbagi. Dalam masyarakat modern yang cenderung individualis, kurban hadir sebagai pengingat bahwa hidup ini bukan hanya tentang diri sendiri. Karena itu, tujuan berkurban adalah untuk memperkuat ukhuwah dan memperluas jaringan kebaikan. Dengan adanya kurban, tetangga yang jarang berinteraksi bisa saling menyapa dan berbagi. Ini menjadi nilai tambah dari pelaksanaan ibadah kurban, karena tujuan berkurban adalah juga untuk membangun keharmonisan sosial. Kita pun diajarkan untuk tidak memandang remeh siapapun, karena semua memiliki hak yang sama atas rezeki yang Allah titipkan. Oleh karena itu, tujuan berkurban adalah untuk menyadarkan kita akan pentingnya kebersamaan dalam Islam. 4. Tujuan Berkurban Adalah Meningkatkan Kepedulian Sosial Setiap tahun, jutaan hewan kurban disembelih dan dagingnya dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan berkurban adalah untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas. Banyak orang yang mungkin hanya merasakan makan daging pada saat Idul Adha. Oleh sebab itu, tujuan berkurban adalah untuk memberikan kebahagiaan kepada mereka, meskipun hanya sesaat. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, kurban menjadi penyejuk bagi saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Maka, tujuan berkurban adalah mengajarkan kepada kita tentang arti penting kepedulian sosial. Ibadah kurban mengajarkan kita untuk tidak pelit dan mementingkan diri sendiri. Ketika kita memberikan daging kurban kepada orang lain, kita sedang menjalankan misi sosial Islam. Maka dari itu, tujuan berkurban adalah untuk mengasah kepekaan sosial umat Muslim. Dengan semangat ini, kita diingatkan bahwa keberagamaan kita tidak hanya diukur dari ibadah ritual, tetapi juga dari seberapa peduli kita kepada sesama. Jadi, tujuan berkurban adalah memupuk rasa kasih sayang dan empati dalam kehidupan bermasyarakat. 5. Tujuan Berkurban Adalah Mengikuti Sunnah Nabi Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam segala hal, termasuk dalam pelaksanaan kurban. Beliau tidak pernah meninggalkan kurban, meskipun dalam keadaan sempit. Maka dari itu, tujuan berkurban adalah mengikuti sunnah beliau sebagai bentuk kecintaan kita kepada Nabi. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, disebutkan bahwa Rasulullah berkurban dua ekor kambing besar dan bertanduk, dan beliau melakukannya setiap tahun. Ini menunjukkan bahwa tujuan berkurban adalah menjalankan perintah Allah dengan mengikuti contoh Nabi. Ketika kita mengikuti sunnah Rasulullah, kita menunjukkan kecintaan kita yang sejati. Maka, tujuan berkurban adalah untuk meneladani semangat pengorbanan Nabi dan menjadikan beliau sebagai panutan. Dengan berkurban, kita tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga menjaga warisan sunnah Rasulullah. Jadi, tujuan berkurban adalah memperkuat jati diri sebagai Muslim sejati. Mengikuti sunnah juga membawa keberkahan tersendiri dalam hidup kita. Oleh karena itu, tujuan berkurban adalah menghidupkan tradisi mulia yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa tujuan berkurban adalah tidak semata-mata menyembelih hewan, tetapi lebih kepada memperbaiki kualitas diri dan membangun hubungan yang lebih harmonis dengan Allah dan sesama manusia. Mari kita jadikan ibadah kurban sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan empati, serta menjaga kebersamaan di tengah masyarakat. Karena sesungguhnya, tujuan berkurban adalah menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. Bagi Anda yang ingin menunaikan kurban namun memiliki keterbatasan waktu atau akses, Anda bisa menyalurkan hewan kurban melalui BAZNAS Kabupaten Sampang, lembaga resmi yang amanah dan terpercaya. Informasi selengkapnya bisa Anda akses di https://kabsampang.baznas.go.id/ Semoga Allah menerima ibadah kurban kita dan menjadikannya pemberat amal kebaikan di akhirat kelak. Aamiin. BAZNAS Kabupaten Sampang memberi kemudahan untuk masyarakat yang ingin berkurban. Caranya mudah, Anda bisa mengunjungi link https://kabsampang.baznas.go.id/bayarkurban lalu ikuti petunjuknya.
28/04/2026 | Admin
Makna dan Hikmah Kurban dalam Islam: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Makna dan Hikmah Kurban dalam Islam: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik. Bagi umat Muslim, ibadah ini bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan memiliki nilai spiritual yang sangat dalam. Makna kurban tidak hanya terletak pada darah dan daging yang dibagikan, tetapi juga pada keikhlasan, ketakwaan, dan kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam kehidupan modern saat ini, pemahaman tentang kurban sering kali terbatas pada aspek seremonial saja. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, makna kurban mengandung banyak pelajaran berharga yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, baik secara individu maupun sosial. Sejarah Singkat Ibadah Kurban Ibadah kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ketika Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, beliau menunjukkan ketaatan yang luar biasa. Nabi Ismail pun menerima perintah tersebut dengan penuh keikhlasan. Namun, sebelum penyembelihan terjadi, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa Allah tidak menghendaki pengorbanan manusia, melainkan ketaatan dan keikhlasan hati. Dari kisah ini, kita dapat memahami bahwa makna kurban sejatinya adalah tentang kesediaan untuk mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi menjalankan perintah Allah. Pengertian Kurban dalam Islam Secara bahasa, kurban berasal dari kata “qaruba” yang berarti dekat. Dalam konteks syariat, kurban adalah ibadah menyembelih hewan tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT pada waktu yang telah ditentukan. Dalam hal ini, makna kurban adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar aktivitas sosial atau tradisi tahunan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37) Ayat ini menegaskan bahwa esensi dari ibadah kurban terletak pada ketakwaan, bukan pada aspek fisik semata. Hikmah dan Makna Kurban dalam Kehidupan 1. Menumbuhkan Ketakwaan Salah satu hikmah utama dari ibadah kurban adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan kurban, seorang Muslim menunjukkan ketaatan dan kepatuhannya terhadap perintah Allah. Dalam konteks ini, makna kurban menjadi refleksi sejauh mana kita rela berkorban demi menjalankan ajaran agama. 2. Melatih Keikhlasan Kurban mengajarkan umat Islam untuk memberi tanpa mengharapkan imbalan. Hewan yang dikurbankan sering kali merupakan hasil dari usaha dan pengorbanan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, makna kurban juga berkaitan erat dengan keikhlasan dalam berbagi dan beribadah. 3. Menumbuhkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Hal ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, makna kurban tidak hanya bersifat individual, tetapi juga sosial. 4. Mengingatkan Akan Pengorbanan Nabi Ibrahim AS Setiap kali umat Islam melaksanakan kurban, mereka diingatkan pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ini menjadi pelajaran penting tentang ketaatan dan kepercayaan penuh kepada Allah. Dalam hal ini, makna kurban adalah simbol dari pengorbanan yang tulus dan keimanan yang kokoh. 5. Mengendalikan Sifat Ego dan Cinta Dunia Manusia cenderung mencintai harta benda. Dengan berkurban, seorang Muslim belajar untuk tidak terlalu terikat pada dunia. Oleh karena itu, makna kurban juga mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu dan lebih mengutamakan kehidupan akhirat. Kurban dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi Selain memiliki nilai spiritual, ibadah kurban juga memberikan dampak positif dalam aspek sosial dan ekonomi. Distribusi daging kurban membantu masyarakat kurang mampu untuk merasakan kebahagiaan di hari raya. Lebih dari itu, kegiatan kurban juga menggerakkan sektor peternakan dan perdagangan hewan. Hal ini menunjukkan bahwa makna kurban mencakup keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan manfaat bagi sesama manusia. Kesalahan Persepsi tentang Kurban Masih banyak masyarakat yang memahami kurban hanya sebagai kewajiban tahunan atau ajang gengsi. Ada pula yang menganggap bahwa semakin mahal hewan kurban, maka semakin tinggi nilai ibadahnya. Padahal, dalam Islam, yang dinilai adalah niat dan ketakwaan. Oleh karena itu, penting untuk meluruskan kembali pemahaman tentang makna kurban agar tidak menyimpang dari ajaran yang sebenarnya. Cara Menghayati Makna Kurban Secara Lebih Mendalam Agar ibadah kurban tidak hanya menjadi rutinitas, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghayati makna kurban secara lebih mendalam: Memahami tujuan ibadah kurban melalui kajian dan pembelajaran agama. Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Memilih hewan kurban dengan baik sesuai syariat, bukan sekadar prestise. Terlibat langsung dalam proses distribusi, agar merasakan kebahagiaan berbagi. Merenungkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagai inspirasi dalam kehidupan. Relevansi Kurban di Era Modern Di tengah kehidupan yang serba cepat dan materialistik, nilai-nilai dalam kurban menjadi semakin penting. Banyak orang terjebak dalam kesibukan dunia hingga melupakan aspek spiritual. Dalam konteks ini, makna kurban menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta, melainkan pada kedekatan dengan Allah dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai umat Islam, memahami dan mengamalkan ibadah kurban dengan benar adalah suatu keharusan. Lebih dari sekadar menyembelih hewan, kurban adalah simbol ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Pada akhirnya, makna kurban mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik—lebih taat kepada Allah, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih mampu mengendalikan diri dari kecintaan berlebihan terhadap dunia. Dengan memahami esensi ini, diharapkan ibadah kurban yang kita lakukan tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
28/04/2026 | Admin

BAZNAS TV