WhatsApp Icon

Berita Terkini

BAZNAS Sampang Ikut Meriahkan Sosialisasi Gemarikan, Santuni Anak Yatim
BAZNAS Sampang Ikut Meriahkan Sosialisasi Gemarikan, Santuni Anak Yatim
SAMPANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sampang turut memeriahkan acara Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar di Madegen Sampang, Selasa. (22/09/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan penyantunan anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat peningkatan gizi masyarakat melalui konsumsi ikan. Acara dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sampang, Ny. Evi Slamet Junaidi, yang didampingi langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Alkhitami. Turut hadir Pj. Sekda Kabupaten Sampang, A. Faisol Ansori, Wakil Ketua TP PKK Sampang Ny. Sariroh Mahfudz, Plt. Kepala Dinas Perikanan Fajar Sidiq, serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan KB Sampang dr. Dwi Herlinda Lusi Harini. Ketua TP PKK Kabupaten SampangNy. Evi Slamet Junaidi, mengatakan, dia sangat senang dengan kolaborasi yang apik semua pihak, sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. "Saya sangat mengapresiasi kolaborasi antara TP PKK, Dinas Perikanan, Baznas, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Gemarikan ini. Mengonsumsi ikan adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kecerdasan anak-anak kita, terutama di masa pertumbuhan “ ucapnya. Selain itu, Istri Bupati ini, berterima kasih atas ikut serta Baznas Sampang, sehingga diawali kegiatan tersebut dengan Santunan Anak Yatim, dengan berharap keberkahan, sehingga apa yang di harapkan dapat dikabulkan oleh Tuhan yang maha Esa. “ Penyantunan anak yatim hari ini bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk kasih sayang kita bersama agar mereka tetap tumbuh bahagia dan sehat. Semoga semangat makan ikan dan berbagi ini terus kita jaga demi generasi Sampang yang lebih cerdas dan sejahtera “ katanya. Sementara itu, Drs. KH. Abd. Rouf Alkhitami, dirinya sangat senang hati bisa membersamai disetiap kegiatan Pemerintah, dan lembaga yang dipimpinnya yang fokus berbagi kepada anak yatim tentu ini langkah baik. "Alhamdulillah, Baznas Sampang dengan senang hati hadir dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang sangat mulia ini. Menyantuni anak yatim adalah perintah dan anjuran agama, sekaligus bagian dari tugas kami dalam menyalurkan dana zakat dan infak yang dipercayakan masyarakat untuk mereka yang membutuhkan “ imbuhnya. Dengan acara gerakan memasyarakatkan makan ikan, lebih, juga bersama anak yatim, maka secara nutrisi vitamin ataupun yang lainnya bisa tercapai dengan sempurna, sehingga anak - anak di Kabupaten Sampang bisa mengukit gerakan tersebut, sehingga cerdas - cerdas. “ Kami berharap dengan konsumsi ikan yang baik dan gizi yang tercukupi, anak-anak yatim sekaligus seluruh anak di Kabupaten Sampang dapat tumbuh sehat, kuat, dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama dan bangsa. Semoga sinergi antar instansi ini terus terjalin untuk kemaslahatan masyarakat “ harapnya. Kegiatan sosialisasi Gemarikan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat ikan sebagai sumber protein murah dan bergizi, khususnya bagi tumbuh kembang anak. Kehadiran Baznas dalam acara ini memperkuat pesan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan harus dibarengi dengan kepedulian sosial dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Plt. Kepala Dinas Perikanan Fajar Sidiq selaku penyelenggara utama berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa di Kabupaten Sampang, sehingga manfaatnya dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. (ido/suf)
22/09/2026 | Ainur Ridho
BAZNAS Sampang Salurkan Santunan Anak Yatim di Festival Literasi 2026
BAZNAS Sampang Salurkan Santunan Anak Yatim di Festival Literasi 2026
SAMPANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan sosial masyarakat melalui penyaluran bantuan santunan anak yatim. Senin, (21/09). Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Festival Literasi Sampang 2026 yang berlangsung di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Sampang. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sampang, K.H. Ahmad Mahfudz, dengan didampingi langsung oleh Ketua BAZNAS Sampang, Drs. K.H. Abd. Rouf Alhitami. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sampang menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS yang terus konsisten bersinergi dengan pemerintah daerah. Ke hadiran program sosial di tengah kegiatan literasi diharapkan tidak hanya membangun kecerdasan intelektual generasi muda, tetapi juga memberikan jaminan kepedulian sosial bagi anak-anak yatim di Sampang. Sementara itu, Ketua BAZNAS Sampang, Drs. K.H. Abd. Rouf Alhitami, menegaskan bahwa dana bantuan yang disalurkan bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola BAZNAS. Ia berharap santunan ini dapat meringankan beban serta memberikan semangat bagi para penerima untuk terus menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
21/09/2026 | Ainur Ridho
Hadiri Rakor Bersama Pemkab, BAZNAS Sampang Pastikan Layanan Kesehatan Pasien Prasejahtera Tak Terputus
Hadiri Rakor Bersama Pemkab, BAZNAS Sampang Pastikan Layanan Kesehatan Pasien Prasejahtera Tak Terputus
SAMPANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menghadiri rapat koordinasi (rakor) penting guna membahas penanganan berkelanjutan bagi pasien yang membutuhkan perhatian medis serta pendampingan jangka panjang. Langkah ini menegaskan komitmen BAZNAS Sampang untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dalam memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya di sektor kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Rakor yang berlangsung intensif tersebut berfokus pada pemetaan kendala dan penyusunan langkah strategis agar pasien dari keluarga prasejahtera tetap mendapatkan perawatan medis yang memadai tanpa terputus. Dalam kesempatan itu, Ketua BAZNAS Sampang Drs. KH. Abd. Rouf Alhitami menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran aktif melalui penyaluran bantuan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dialokasikan khusus untuk program kesehatan. Penanganan berkelanjutan ini dinilai sangat krusial agar beban ekonomi keluarga pasien dapat diringankan secara signifikan. Melalui kehadiran BAZNAS Sampang, proses kolaborasi antarinstansi diharapkan dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran. Sinergi ini sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian bersama D alam memastikan setiap warga Sampang yang tengah berjuang melawan penyakit kronis atau membutuhkan perawatan khusus bisa mendapatkan hak layanan kesehatan secara holistik dan berkesinambungan.
18/09/2026 | Ainur Ridho

Agenda Pimpinan

Perkuat Integritas dan Spiritualitas Amil, BAZNAS Sampang Agenda Rutin Khotmil Quran dan Pengajian Kitab Setiap Jumat Manis
Perkuat Integritas dan Spiritualitas Amil, BAZNAS Sampang Agenda Rutin Khotmil Quran dan Pengajian Kitab Setiap Jumat Manis
SAMPANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang secara konsisten menjaga dan memperkuat pondasi spiritual di lingkungan kerjanya. Sebagai bagian dari komitmen pembentukan karakter amil yang amanah dan profesional, BAZNAS Sampang menggelar agenda rutin Khotmil Qur’an yang dirangkaikan dengan pengajian kitab kuning setiap momentum Jumat Manis. Jumat, (11/09). Kegiatan religius yang berlangsung khidmat di Kantor BAZNAS Kabupaten Sampang ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, staf pelaksana, hingga para relawan. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan dan penamatan ayat-ayat suci Al Quran secara bersama-sama, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi kajian dan pengajian kitab untuk memperdalam pemahaman keagamaan serta etika dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sampang menyampaikan bahwa agenda spiritual pada hari istimewa ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan sarana charge mental dan penyucian niat bagi seluruh pengelola zakat. Melalui interaksi yang intensif dengan Al Quran dan bimbingan literatur keislaman, para amil diharapkan senantiasa memegang teguh nilai kepedulian, kejujuran, serta akuntabilitas tinggi dalam mengelola amanah zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki. Keberadaan agenda rutin ini juga dipandang sebagai ikhtiar batin untuk mengetuk keberkahan langit agar seluruh program pemberdayaan masyarakat dan penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Sampang dapat berjalan lancar serta tepat sasaran. Kegiatan diawali dengan suasana penuh kekhusyukan dan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan daerah, kesejahteraan masyarakat Sampang, serta kelancaran pilar-pilar pelayanan keumatan.

11-09-2026 | Ainur ridho

BAZNAS Sampang Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
BAZNAS Sampang Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
SAMPANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang berlangsung penuh kekhusyukan dan kesederhanaan di Kantor BAZNAS Kabupaten Sampang. Rabu, (09/09). Acara spiritual ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi serta meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam menjalankan amanah tata kelola zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat Sampang.Peringatan maulid tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang, Drs. K.H. Abd. Rouf Al-Hitami, jajaran pimpinan perbidang, seluruh staf, hingga para relawan BAZNAS. Kesakralan suasana semakin terasa dengan hadirnya unsur pemerintah daerah dan tokoh lintas wilayah lokal, meliputi Camat Pangarengan, Camat Sampang, Lurah Gunung Sekar, Lurah Karang Dalem, Lurah Dalpenang, serta Kepala Desa Tanggumong. Turut hadir pula insan pers dari berbagai media yang mengawal jalannya kegiatan ini hingga usai.Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sampang Drs. K.H. Abd. Rouf Al-Hitami menyampaikan bahwa momentum peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW hendaknya dijadikan sebagai dorongan moral bagi seluruh pengurus BAZNAS untuk senantiasa mengedepankan sifat kenabian seperti jujur, amanah, dan peduli dalam melayani umat. Beliau menekankan pentingnya sinergi yang makin kokoh antara lembaga amil zakat dengan instansi tingkat kecamatan hingga kelurahan/desa, sehingga pendistribusian program-program kemanusiaan BAZNAS dapat menyasar penerima manfaat secara tepat sasaran, berkeadilan, dan berkelanjutan. Kehadiran para jajaran camat, lurah, serta kepala desa dalam acara ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara BAZNAS Sampang dengan elemen pemerintah tingkat akar rumput. Kerja sama ini dinilai vital untuk terus mengoptimalkan pemetaan serta pemenuhan kebutuhan warga yang membutuhkan bantuan di wilayah Kabupaten Sampang. Rangkaian peringatan maulid diisi dengan pembacaan salawat nabi secara bersama-sama, doa keselamatan bagi kesejahteraan masyarakat Sampang, serta dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antarestholder yang berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan.

09-09-2026 | Ainur Ridho

Atasi Dampak Kekeringan, BAZNAS Sampang Bersatu Launching Bantuan Sejuta Liter Air Bersih di Pendopo Bupati
Atasi Dampak Kekeringan, BAZNAS Sampang Bersatu Launching Bantuan Sejuta Liter Air Bersih di Pendopo Bupati
SAMPANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menunjukkan komitmen dan kepeduliannya dalam membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau. Kehadiran jajaran BAZNAS Sampang dalam acara launching penyaluran Sejuta Liter Air Bersih. Senin, (07/09). yang digelar di Pendopo Trunojoyo Bupati Sampang menjadi bukti nyata keterlibatan lembaga zakat tersebut dalam aksi kemanusiaan Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, tersebut menandai dimulainya distribusi air bersih secara bertahap untuk lima kecamatan yang mengalami krisis air. Program ini lahir dari kolaborasi BAZNAS Sampang bersama Forum Sampang Sehat (FSS), BUMD, RSUD, serta pihak terkait lainnya guna meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air layak konsumsi selama musim kemarau. Bupati Sampang menyampaikan apresiasinya atas sinergi seluruh pihak, termasuk BAZNAS Sampang, yang telah tanggap bergerak memberikan solusi konkret bagi kebutuhan dasar warga. Total bantuan sebanyak sejuta liter air bersih tersebut ditargetkan terus mendistribusikan pasokan air hingga wilayah terpencil yang paling membutuhkan. Melalui keterlibatannya dalam program ini, BAZNAS Sampang mempertegas peran zakat, infak, dan sedekah yang dikelola tidak hanya untuk pemberdayaan ekonomi, tetapi juga sebagai respons cepat atas bencana dan krisis sosial di wilayah Kabupaten Sampang. Pihak BAZNAS berharap bantuan air bersih ini dapat memberikan dampak kesehatan yang baik serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

07-09-2026 | Ainur Ridho

Berita Pendistribusian

KH. Abd. Rouf Al-Hitami Serahkan Bantuan 5 RTLH BAZNAS Sampang
KH. Abd. Rouf Al-Hitami Serahkan Bantuan 5 RTLH BAZNAS Sampang
SAMPANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menyerahkan lima unit bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga penerima manfaat. Rabu, (09/09). Program renovasi hunian layak ini didanai oleh BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan disalurkan secara langsung melalui BAZNAS Kabupaten Sampang sebagai bentuk komitmen pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Al-Hitami, di tengah momentum kekhusyukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum keagamaan ini dipilih untuk memperkuat nilai nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta semangat berbagi yang diteladankan oleh Rasulullah SAW dalam membangun kesejahteraan umat. Melalui program ini, lima keluarga penerima manfaat kini dapat menghuni rumah yang jauh lebih aman, bersih, dan memenuhi standar kesehatan. Ketua BAZNAS Sampang, Drs. KH. Abd. Rouf Al-Hitami, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzakki yang dikelola secara transparan dan akuntabel. Beliau juga berharap hunian baru ini mampu memberikan kenyamanan serta meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan secara berkelanjutan. Sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Sampang ini menegaskan peran vital zakat, infak, dan sedekah dalam menopang kesejahteraan sosial masyarakat. Kegiatan penyaluran yang dirangkaikan dengan peringatan hari besar Islam tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan para donatur serta kemajuan masyarakat Kabupaten Sampang secara keseluruhan.
09/09/2026 | Ainur Ridho
Wakil Ketua 1 BAZNAS Sampang Serahkan Bantuan Modal Usaha Disabilitas
Wakil Ketua 1 BAZNAS Sampang Serahkan Bantuan Modal Usaha Disabilitas
SAMPANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang menyerahkan bantuan modal usaha kepada penyandang disabilitas, Moh. Maulidi, dalam suasana khidmat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rabu, (09/09). Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua 1 BAZNAS Kabupaten Sampang, Mohammad Hosni, S.Ag., sebagai bentuk komitmen nyata dalam memberdayakan ekonomi masyarakat rentan serta menebar keberkahan di hari lahir Rasulullah SAW. Penyaluran bantuan modal usaha ini dirancang untuk mendongkrak kemandirian ekonomi penerima manfaat agar mampu melebarkan atau memperkuat usaha mandiri yang tengah dijalankan. Melalui penguatan modal ini, BAZNAS Sampang berharap Moh. Maulidi dapat terus mengembangkan potensi diri, menggerakkan roda perekonomian keluarga, serta membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan mandiri secara finansial. Penyerahan bantuan yang dikemas dalam rangkaian acara keagamaan tersebut menegaskan nilai kepedulian sosial yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Momen Maulid Nabi dimanfaatkan oleh BAZNAS Sampang untuk menyalurkan amanah dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki secara tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Hosni, S.Ag., menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sampang akan terus konsisten menghadirkan program-program pendayagunaan yang berkelanjutan. Pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga mendorong program produktif yang mampu mengangkat martabat serta kemandirian para mustahik di seluruh wilayah Kabupaten Sampang.
09/09/2026 | Ainur Ridho
BAZNAS Sampang Serahkan Bantuan Modal Usaha Bergulir pada Peringatan maulid Nabi
BAZNAS Sampang Serahkan Bantuan Modal Usaha Bergulir pada Peringatan maulid Nabi
SAMPANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perekonomian masyarakat melalui penyaluran bantuan modal usaha bergulir. Rabu, (09/09). Penyerahan bantuan ini dilaksanakan secara simbolis di tengah kekhusyukan dan kemeriahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh BAZNAS Sampang. Dalam momentum penuh keberkahan tersebut, bantuan modal usaha diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Sampang, Nyai Hj. Siti Fatimah. Bantuan secara khusus diberikan kepada dua orang penerima manfaat, yakni Ibu Siti Ekawati dan Icha Silvi Alisyahbila, sebagai bentuk dukungan nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga pra-sejahtera di wilayah setempat. Nyai Hj. Siti Fatimah menyampaikan bahwa program modal usaha bergulir ini dirancang tidak hanya untuk memberikan bantuan dana sesaat, tetapi juga untuk memicu produktivitas serta keberlanjutan usaha para penerima. Pemilihan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momen penyerahan bantuan dinilai sangat tepat, mengingat Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kepedulian sosial, kedermawanan, dan penguatan ekonomi umat. Melalui pendistribusian modal usaha ini, BAZNAS Sampang berharap Ibu Siti Ekawati dan Icha Silvi Alisyahbila dapat mengoperasikan serta mengembangkan usaha mereka secara optimal. Dana yang bergulir tersebut diharapkan mampu diputar secara berkelanjutan sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para penerima saat ini, tetapi juga dapat memfasilitasi pelaku usaha kecil lainnya di masa mendatang. Penyaluran bantuan ini menegaskan komitmen BAZNAS Kabupaten Sampang dalam mengelola dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran. BAZNAS Sampang terus berupaya mengintegrasikan nilai nilai spiritualitas keagamaan dengan program pemberdayaan ekonomi riil demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sampang secara luas dan berkelanjutan.
09/09/2026 | Ainur Ridho

Artikel Terbaru

Makna dan Hikmah Kurban dalam Islam: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Makna dan Hikmah Kurban dalam Islam: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik. Bagi umat Muslim, ibadah ini bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan memiliki nilai spiritual yang sangat dalam. Makna kurban tidak hanya terletak pada darah dan daging yang dibagikan, tetapi juga pada keikhlasan, ketakwaan, dan kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam kehidupan modern saat ini, pemahaman tentang kurban sering kali terbatas pada aspek seremonial saja. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, makna kurban mengandung banyak pelajaran berharga yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, baik secara individu maupun sosial. Sejarah Singkat Ibadah Kurban Ibadah kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ketika Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, beliau menunjukkan ketaatan yang luar biasa. Nabi Ismail pun menerima perintah tersebut dengan penuh keikhlasan. Namun, sebelum penyembelihan terjadi, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi simbol bahwa Allah tidak menghendaki pengorbanan manusia, melainkan ketaatan dan keikhlasan hati. Dari kisah ini, kita dapat memahami bahwa makna kurban sejatinya adalah tentang kesediaan untuk mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi menjalankan perintah Allah. Pengertian Kurban dalam Islam Secara bahasa, kurban berasal dari kata “qaruba” yang berarti dekat. Dalam konteks syariat, kurban adalah ibadah menyembelih hewan tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT pada waktu yang telah ditentukan. Dalam hal ini, makna kurban adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar aktivitas sosial atau tradisi tahunan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37) Ayat ini menegaskan bahwa esensi dari ibadah kurban terletak pada ketakwaan, bukan pada aspek fisik semata. Hikmah dan Makna Kurban dalam Kehidupan 1. Menumbuhkan Ketakwaan Salah satu hikmah utama dari ibadah kurban adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan kurban, seorang Muslim menunjukkan ketaatan dan kepatuhannya terhadap perintah Allah. Dalam konteks ini, makna kurban menjadi refleksi sejauh mana kita rela berkorban demi menjalankan ajaran agama. 2. Melatih Keikhlasan Kurban mengajarkan umat Islam untuk memberi tanpa mengharapkan imbalan. Hewan yang dikurbankan sering kali merupakan hasil dari usaha dan pengorbanan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, makna kurban juga berkaitan erat dengan keikhlasan dalam berbagi dan beribadah. 3. Menumbuhkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Hal ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, makna kurban tidak hanya bersifat individual, tetapi juga sosial. 4. Mengingatkan Akan Pengorbanan Nabi Ibrahim AS Setiap kali umat Islam melaksanakan kurban, mereka diingatkan pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ini menjadi pelajaran penting tentang ketaatan dan kepercayaan penuh kepada Allah. Dalam hal ini, makna kurban adalah simbol dari pengorbanan yang tulus dan keimanan yang kokoh. 5. Mengendalikan Sifat Ego dan Cinta Dunia Manusia cenderung mencintai harta benda. Dengan berkurban, seorang Muslim belajar untuk tidak terlalu terikat pada dunia. Oleh karena itu, makna kurban juga mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu dan lebih mengutamakan kehidupan akhirat. Kurban dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi Selain memiliki nilai spiritual, ibadah kurban juga memberikan dampak positif dalam aspek sosial dan ekonomi. Distribusi daging kurban membantu masyarakat kurang mampu untuk merasakan kebahagiaan di hari raya. Lebih dari itu, kegiatan kurban juga menggerakkan sektor peternakan dan perdagangan hewan. Hal ini menunjukkan bahwa makna kurban mencakup keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan manfaat bagi sesama manusia. Kesalahan Persepsi tentang Kurban Masih banyak masyarakat yang memahami kurban hanya sebagai kewajiban tahunan atau ajang gengsi. Ada pula yang menganggap bahwa semakin mahal hewan kurban, maka semakin tinggi nilai ibadahnya. Padahal, dalam Islam, yang dinilai adalah niat dan ketakwaan. Oleh karena itu, penting untuk meluruskan kembali pemahaman tentang makna kurban agar tidak menyimpang dari ajaran yang sebenarnya. Cara Menghayati Makna Kurban Secara Lebih Mendalam Agar ibadah kurban tidak hanya menjadi rutinitas, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghayati makna kurban secara lebih mendalam: Memahami tujuan ibadah kurban melalui kajian dan pembelajaran agama. Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Memilih hewan kurban dengan baik sesuai syariat, bukan sekadar prestise. Terlibat langsung dalam proses distribusi, agar merasakan kebahagiaan berbagi. Merenungkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sebagai inspirasi dalam kehidupan. Relevansi Kurban di Era Modern Di tengah kehidupan yang serba cepat dan materialistik, nilai-nilai dalam kurban menjadi semakin penting. Banyak orang terjebak dalam kesibukan dunia hingga melupakan aspek spiritual. Dalam konteks ini, makna kurban menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta, melainkan pada kedekatan dengan Allah dan kepedulian terhadap sesama. Sebagai umat Islam, memahami dan mengamalkan ibadah kurban dengan benar adalah suatu keharusan. Lebih dari sekadar menyembelih hewan, kurban adalah simbol ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Pada akhirnya, makna kurban mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik—lebih taat kepada Allah, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih mampu mengendalikan diri dari kecintaan berlebihan terhadap dunia. Dengan memahami esensi ini, diharapkan ibadah kurban yang kita lakukan tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
28/04/2026 | Admin
Panduan Lengkap Ibadah Kurban: Syarat, Waktu, dan Tata Cara yang Benar
Panduan Lengkap Ibadah Kurban: Syarat, Waktu, dan Tata Cara yang Benar
Ibadah kurban merupakan salah satu syariat penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Ibadah ini bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi memiliki makna spiritual yang dalam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, umat Islam perlu memahami tata cara kurban yang benar agar ibadah ini sah dan bernilai pahala. Kurban juga menjadi simbol pengorbanan dan keikhlasan, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui syarat, waktu, serta tata cara kurban sesuai tuntunan syariat. Pengertian Ibadah Kurban Secara bahasa, kurban berasal dari kata "qaruba" yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah syariat, kurban adalah menyembelih hewan tertentu pada waktu tertentu dengan niat ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi yang mampu, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW. Hukum dan Dalil Ibadah Kurban Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2) Selain itu, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi) Dalil-dalil ini menunjukkan betapa pentingnya memahami dan menjalankan tata cara kurban dengan benar. Syarat Sah Ibadah Kurban Agar ibadah kurban diterima, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi: 1. Beragama Islam Kurban hanya sah dilakukan oleh seorang muslim. 2. Mampu Secara Finansial Orang yang berkurban harus memiliki kemampuan ekonomi tanpa memberatkan dirinya. 3. Hewan Kurban Memenuhi Syarat Hewan yang digunakan harus: Sehat dan tidak cacat Cukup umur: Kambing: minimal 1 tahun Sapi: minimal 2 tahun Unta: minimal 5 tahun 4. Waktu Penyembelihan Tepat Penyembelihan harus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan dalam syariat. Memenuhi syarat ini adalah bagian penting dari tata cara kurban yang tidak boleh diabaikan. Waktu Pelaksanaan Kurban Waktu penyembelihan dimulai setelah shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga terbenam matahari tanggal 13 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa menyembelih sebelum shalat, maka itu hanyalah daging biasa (bukan kurban).” (HR. Bukhari dan Muslim) Dengan demikian, memahami waktu adalah bagian penting dari tata cara kurban yang benar. Jenis Hewan yang Diperbolehkan Dalam Islam, hanya beberapa jenis hewan yang sah untuk kurban, yaitu: Kambing atau domba (untuk 1 orang) Sapi (untuk 7 orang) Unta (untuk 7 orang) Pemilihan hewan yang tepat merupakan bagian dari tata cara kurban yang sesuai syariat. Tata Cara Kurban yang Benar Sesuai Sunnah Berikut langkah-langkah tata cara kurban yang benar: 1. Niat yang Ikhlas Segala ibadah harus diawali dengan niat karena Allah SWT. 2. Tidak Memotong Rambut dan Kuku (bagi yang berkurban) Sejak awal Dzulhijjah hingga hewan disembelih, disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku. 3. Menyembelih Setelah Shalat Id Penyembelihan dilakukan setelah shalat Idul Adha. 4. Menghadapkan Hewan ke Kiblat Hewan dibaringkan dengan posisi menghadap kiblat. 5. Membaca Basmalah dan Takbir Saat menyembelih, membaca: “Bismillah, Allahu Akbar” 6. Menggunakan Pisau yang Tajam Agar hewan tidak tersiksa. 7. Memotong Saluran yang Tepat Memotong: Saluran pernapasan (trakea) Saluran makanan (esofagus) Dua pembuluh darah 8. Tidak Menyiksa Hewan Islam sangat menekankan kasih sayang terhadap hewan. 9. Pembagian Daging Kurban Daging dibagi menjadi: 1/3 untuk diri sendiri 1/3 untuk kerabat 1/3 untuk fakir miskin Keseluruhan langkah ini merupakan inti dari tata cara kurban yang sesuai sunnah Rasulullah SAW. Hikmah Ibadah Kurban Ibadah kurban memiliki banyak hikmah, antara lain: 1. Mendekatkan Diri kepada Allah Melalui pengorbanan harta. 2. Menumbuhkan Keikhlasan Meneladani Nabi Ibrahim AS. 3. Meningkatkan Kepedulian Sosial Berbagi kepada sesama. 4. Menghapus Dosa Sebagai bentuk ketaatan dan ibadah. Memahami hikmah ini akan membuat pelaksanaan tata cara kurban menjadi lebih bermakna. Kesalahan Umum dalam Pelaksanaan Kurban Beberapa kesalahan yang sering terjadi: Menyembelih sebelum shalat Id Hewan tidak memenuhi syarat Tidak membaca basmalah Pembagian daging tidak merata Menghindari kesalahan ini penting agar tata cara kurban tetap sesuai dengan syariat. Tips Memilih Hewan Kurban Berkualitas Agar ibadah lebih sempurna: Pilih hewan yang sehat dan aktif Tidak kurus Tidak cacat Bulu bersih dan mengkilap Memilih hewan terbaik juga bagian dari penyempurnaan tata cara kurban. Menjalankan Tata Cara Kurban dengan Kesadaran dan Keikhlasan Ibadah kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi bentuk nyata ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT. Dengan memahami syarat, waktu, dan tata cara kurban secara benar, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Semoga setiap tetesan darah hewan kurban menjadi saksi keimanan kita dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari jadikan momen Idul Adha sebagai sarana memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperbaiki kualitas ibadah kita.
28/04/2026 | Admin
Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen paling istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada hari ini, umat Islam memperingati kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh keikhlasan bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dari peristiwa inilah lahir ibadah kurban yang terus dilaksanakan hingga saat ini. Dalam konteks kehidupan modern, memahami keutamaan kurban menjadi sangat penting agar ibadah ini tidak sekadar ritual tahunan, tetapi juga memiliki dampak spiritual dan sosial yang mendalam. Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga simbol pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang keutamaan kurban, hikmah di baliknya, serta tips memilih hewan kurban terbaik sesuai syariat Islam. Pengertian Kurban dalam Islam Secara bahasa, kurban berasal dari kata qaruba yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah syariat, kurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak tertentu pada hari Idul Adha dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi umat Islam yang mampu. Bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa kurban bisa menjadi wajib bagi yang memiliki kelapangan rezeki. Dalil tentang Keutamaan Kurban Banyak dalil dalam Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan keutamaan kurban, di antaranya: 1. Perintah Langsung dari Allah SWT Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Ayat ini menunjukkan bahwa kurban merupakan ibadah yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. 2. Amalan yang Paling Dicintai Allah di Hari Nahr Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.” (HR. Tirmidzi) Hadits ini menegaskan betapa besar keutamaan kurban dibandingkan amalan lainnya di hari tersebut. 3. Mendapat Pahala Berlipat Ganda Dalam riwayat lain disebutkan bahwa setiap helai bulu hewan kurban akan menjadi pahala bagi orang yang berkurban. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang menjalankan ibadah ini. Hikmah dan Keutamaan Kurban dalam Kehidupan 1. Meningkatkan Ketakwaan Allah SWT menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan kita. Dengan demikian, keutamaan kurban terletak pada niat dan keikhlasan. 2. Meneladani Nabi Ibrahim AS Kurban mengajarkan kita untuk meneladani keimanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi Allah. 3. Mempererat Solidaritas Sosial Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar, sehingga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan rasa kepedulian sosial. 4. Menghapus Dosa Sebagian ulama menyebutkan bahwa ibadah kurban dapat menjadi sarana penghapus dosa bagi pelakunya, terutama jika dilakukan dengan penuh keikhlasan. 5. Mendekatkan Diri kepada Allah Seperti makna dasarnya, keutamaan kurban adalah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT melalui pengorbanan harta. Jenis Hewan yang Sah untuk Kurban Dalam Islam, tidak semua hewan bisa dijadikan kurban. Hewan yang diperbolehkan antara lain: Kambing atau domba (untuk satu orang) Sapi atau kerbau (untuk maksimal tujuh orang) Unta (untuk maksimal tujuh orang) Hewan tersebut harus memenuhi syarat tertentu seperti cukup umur, sehat, dan tidak cacat. Tips Memilih Hewan Kurban Terbaik Agar ibadah kurban lebih sempurna, penting untuk memilih hewan yang berkualitas. Berikut beberapa tipsnya: 1. Pastikan Hewan Sehat Pilih hewan yang aktif, tidak lesu, dan memiliki nafsu makan yang baik. Hindari hewan yang sakit atau menunjukkan tanda-tanda penyakit. 2. Tidak Memiliki Cacat Hewan kurban tidak boleh cacat seperti buta, pincang, atau sangat kurus. Hal ini sesuai dengan syarat sah kurban dalam Islam. 3. Cukup Umur Pastikan hewan telah mencapai usia minimal: Kambing: 1 tahun Sapi: 2 tahun Unta: 5 tahun 4. Pilih yang Gemuk dan Berkualitas Hewan yang gemuk dan sehat menunjukkan kualitas yang baik. Ini juga mencerminkan kesungguhan kita dalam menjalankan ibadah. 5. Beli dari Penjual Terpercaya Pastikan membeli hewan kurban dari peternak atau penjual yang terpercaya agar kualitasnya terjamin. Waktu Pelaksanaan Kurban Penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah shalat Idul Adha hingga akhir hari tasyrik. Jika dilakukan sebelum shalat Id, maka tidak dianggap sebagai kurban, melainkan hanya sedekah biasa. Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Berkurban Beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari: Menunda niat hingga akhir waktu Memilih hewan yang tidak memenuhi syarat Tidak memahami tata cara penyembelihan yang benar Kurang memperhatikan distribusi daging Memahami hal ini penting agar keutamaan kurban benar-benar dapat diraih secara maksimal. Meraih Keutamaan Kurban dengan Ikhlas dan Tepat Sebagai penutup, dapat disimpulkan bahwa keutamaan kurban tidak hanya terletak pada aspek ibadah semata, tetapi juga pada nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. Kurban adalah bentuk nyata dari keimanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui ibadah ini, umat Islam diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan keutamaan kurban, serta melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk menjalankan ibadah kurban dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
28/04/2026 | Admin