10 Hari Pertama Dzulhijjah: Amalan dan Faedahnya
19/05/2026 | Penulis: Admin
Dokumentasi BAZNAS Kabupaten Sampang
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh umat Islam. Pada bulan ini bersamaan dengan peristiwa dilaksanakannya rukun Islam yang kelima, yaitu ibadah haji di Baitullah. Tidak hanya itu, bulan ke dua belas dalam kalender Hijriah ini juga mengandung banyak keberkahan dan keutamaan. Karenanya, banyak umat Islam yang menyambut hari ini dengan berpuasa, memperbanyak ibadah dan kebaikan lainnya.
Kemuliaan dan keagungan yang ada pada bulan Dzulhijjah tidak perlu diragukan kembali. Bahkan, para ulama berbeda pendapat perihal lebih utama dan mulia mana antara sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Dengan kata lain, bulan ini memang memiliki kekhususan dan keutamaan tersendiri yang tidak bisa dijumpai dalam bulan-bulan yang lainnya.
Berkaitan dengan perbedaan pendapat tersebut, Syekh Abdurrahman al-Mubarakfuri mengatakan:
Artinya: “Para ulama berbeda pendapat sepuluh ini (awal Dzulhijah) dan sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Maka sebagian ulama berpendapat bahwa sepuluh ini adalah yang lebih utama. Dan berkata juga sebagian ulama yang lain, bahwa sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan lebih utama.” (Syekh Abdurrahman al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwadi, [Bairut: Darul Fikr, 1999], juz III, halaman 386).
Jika ditanya, manakah sebenarnya yang lebih utama antara sepuluh hari pertama dan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan? Maka jawabannya sebagaimana penjelasan lanjutan Syekh Abdurrahman al-Mubarakfuri, bahwa keduanya memiliki keutamaan yang berbeda dari yang lainnya. Keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ada di siang hari, sementara keutamaan 10 terakhir Ramadhan ada di malam hari.
Maksudnya, siang hari pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah lebih mulia daripada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan hari-hari yang lain, karena pada hari-hari tersebut terdapat hari Arafah, yang merupakan paling utamanya siang hari. Sedangkan sepuluh malam hari terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari pada sepuluh malam sepuluh pertama bulan Dzulhijjah dan malam-malam yang lainnya. Sebab, malam-malam tersebut bertepatan dengan turunnya lailatul qadar. (al-Mubarakfuri, juz III, halaman 387).
Lantas, adakah amalan-amalan berupa bacaan khusus yang dianjurkan untuk dibaca pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah?
Bacaan yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijah
Merujuk penjelasan Syekh Abdul Hamid bin Muhammad bin Ali bin Abdul Qadir al-Maki, dalam salah satu kitabnya ia menjelaskan beberapa amalan-amalan bacaan yang dianjurkan untuk dibaca di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah. Amalan tersebut berdasarkan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi, yaitu:
Artikel Lainnya
Makna dan Hikmah Kurban dalam Islam: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Ke Mana Zakat Disalurkan, Ini Penjelasan Transparannya
Tentang zakat fitrah
Keutamaan Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Panduan Lengkap dari Niat hingga Pembagian Daging
Tata Cara dan Niat Shalat Idul Adha
Keutamaan Kurban dalam Islam: Hikmah, Dalil, dan Manfaat Spiritual yang Jarang Diketahui
Panduan Lengkap Ibadah Kurban: Syarat, Waktu, dan Tata Cara yang Benar
Tentang Fidyah
Hukum Kurban bagi yang Mampu: Wajib atau Sunnah, Ini Penjelasan Ulama Lengkap
Kebencanaan
Makna dan Hikmah Kurban dalam Islam: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Tujuan Berkurban Adalah Bentuk Ketaatan, Ini Hikmah Lengkapnya
Tentang Zakat Penghasilan
Panduan Lengkap Ibadah Kurban: Syarat, Waktu, dan Tata Cara yang Benar

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Sampang.
Lihat Daftar Rekening →